Perkuat Karakter Kemanusiaan

KULIAH UMUM : Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat memberi kuliah umum di kampus UIN Walisongo, baru-baru ini.(23)
KULIAH UMUM : Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat memberi kuliah umum di kampus UIN Walisongo, baru-baru ini.(23)

DI ERA makin masifnya gempuran teknologi seperti saat ini, diperlukan sistem pendidikan yang mampu menyentuh esensi pembelajaran dan penguatan karakter.

Pengetahuan, yang membawa pengembaraan ke berbagai disiplin keilmuan, indah dipadukan dengan kekuatan penyerahan diri di hadapan Illahi. “Generasi masa depan genius yang berakhlak mulia terlahir menjadi harapan besar kami. Keberadaan kampus ini kami harapkan bisa memperkokoh rasa kemanusiaan paling dasar yakni saling menghormari antarsesama. Dengan demikian di era gempuran teknologi, mahasiswa tetap memiliki hati nurani tanpa mengesampingkan kemampuan untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi,” kata Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin.

UIN Walisongo Semarang yang kini hampir berusia setengah abad membuktikan kiprahnya dapat diterima secara luas di tengah masyarakat. Tekadnya memadukan keilmuan dan kemampuan di bidang pemahaman agama bagi segenap civitas academica, semakin tercapai dari waktu ke waktu. UIN Walisongo berdiri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2014, tentang Perubahan dari IAIN Walisongo.

Upacara peresmiannya dilaksanakan pada 6 April 2015. Entitas ini melanjutkan perjuangan saat para pendahulu menerima SK Menteri Agama Nomor 31 Tahun 1970, mengenai pembukaan IAIN Al Jamiah Walisongo yang diresmikan juga pada tanggal 6 April namun di tahun 1970.

Tradisi Pesantren

Keberadaan UIN, pada mulanya juga tidak terlepas dari kebutuhan nyata masyarakat Jawa Tengah. Khususnya pendidikan tinggi pascapesantren bagi rakyat di provinsi ini. Kenyataannya Jateng memiliki basis pesantren yang sangat besar. Kondisi itu menjadi salah satu tanggung jawab institusi ini memposisikan diri sebagai penerus tradisi pesantren.

Meski demikian, di lain sisi mereka tetap memerankan kiprah untuk melaksanakan kajian dan penyebaran keilmuan sebagai bentuk tanggung jawab akademi. Berdasarkan spirit itu juga UIN Walisongo lahir dari kebutuhan sejati umat Islam di Jateng.

Pendiriannya juga betul-betul muncul atas inisiatif tokoh dan ulama di Jawa Tengah. Kampus ini sekaligus diharapkan menjadi penerus tradisi dan cita-cita inklusif ala ulama Walisongo.

Mereka bahkan diinginkan secara berkesinambungan tampil sebagai rujukan untuk tafsir ulang dalam dunia pemikiran keislaman yang diolah secara cerdas dan kritis, melalui bentangan panjang kelestarian dan perubahan.

Kerja Sama Internasional Kampus ini juga terus membuat terobosan-terobosan kerja sama internasional maupun lembaga pendidikan asing. Kerja sama seperti ini dapat mengenalkan kampus kepada lembaga akademis internasional. Beberapa kerja sama yang telah terjalin antara lain Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan Senior Expert Service (SES) Jerman. SES mengirimkan tenaga ahli ke UIN Walisongo untuk menularkan ilmu kepada para dosen dan mahasiswa.

Para pengajar dari Jerman tersebut menularkan ilmu Bahasa Inggris, filsafat, teologi, dan kebudayaaan untuk civitas akademika UIN Walisongo. “Harapannya, kehadiran dosen tamu asal Jerman ini dapat membawa atmosfir akademik,”imbuh Wakil Rektor Musahadi.

Hadirnya dosen tamu Jerman ini diharapkan menjadi pendamping pemahaman cross culture understanding dalam pengayaan kearifan lokal . Hal ini juga dapat menjadi pintu pembuka menuju UIN sebagai world university yang selalu membuka kerja sama dengan Eropa dan negara lainnya. Tujuan utama menghadirkan dosen tamu juga agar membekali para dosen dengan wawasan internasional. Kerja sama lain dengan universitas luar negeri juga dilakukan UIN Walisongo dengan UGM dan Monash University Melbourne. (23)

Foto dan penulis :Arie Widiarto
Penyunting : Dwi Ani Retnowulan


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar