Berwiraswasta sejak Awal Kuliah

SM/dok : Sulistyowati
SM/dok : Sulistyowati

SALAH satu yang terus didorong oleh kampus UIN kepada para lulusannya adalah para sarjana baru yang generasi milenial ini adalah mengubah pemikiran awal bahwa setelah kuliah menjadi pegawai. Namun, mereka diharapkan dapat membuka lapangan kerja meski dalam prosesnya tidak mudah. “Mindset para wisudawan sekarang harus diubah. Kuliah bukan dalam rangka menjadi pegawai, tetapi jadikan diri kita wirausahawan. Kalaupun dalam prosesnya harus jatuh bangun, itu hal yang lumrah,”ungkap Prof Muhibbin.

Ia mengatakan jika para lulusan baru ini berpikir untuk menjadi wirausaha maka akan banyak memberikan lapangan kerja baru pula. Dengan banyaknya kesempatan kerja ini dampaknya jumlah pengangguran akan menurun dan otomatis akan mengurangi jumlah kemiskinan serta kesenjangan. “Kami harapkan generasi muda dapat menjadi generasi pembuat kerja. Jangan hanya berharap menjadi pegawai apalagi bercita-cita menjadi ASN sebab persaingan sangat ketat, nanti malah kecewa sendiri,”tandasnya.

Harus Inovatif

Rektor menjelaskan di era saat ini perguruan tinggi harus betul-betul inovatif. Lulusan perguruan tinggi diharapkan bisa ikut andil dalam menciptakan peluang kegiatan ekonomi. “Dalam proses belajar di kampus ini juga ada mata kuliah wirausaha, maka praktikan secara sungguh- sungguh,”tegasnya. Salah satu alumni yang berhasil mengimplementasikan hal ini adalah Sulistyowati dari Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) program studi Ekonomi Islam. Ia yang lulus cumlaude pada 2017 dengan indeks prestasi 3,61 merupakan salah satu mahasiswa yang memilih untuk berwirausaha sejak awal kuliah.

Gadis kelahiran Pati, 3 September 1990 ini, sejak semestar awal, tepatnya pada 2015 memilih untuk terjun menjadi wirausaha. Lewat usaha produksi fashion khusus untuk segmen wanita muda pekerja dengan merek “El Zora”ini, setiap bulan ia berhasil meraih omzet puluhan juta rupiah. Awalnya, Sulis melakoni usaha jual baju secara online untuk sampingan saat kuliah dengan menjadi reseller atau menjualkan produk orang lain. Namun, lantaran insting bisnisnya cukup kuat, ia kemudian mencoba membuat sendiri produk fashion wanita. “Ternyata respons konsumen luar biasa, hingga terus berkembang seperti sekarang,”ujar dia.

Sulistyawati mengaku memilih menjadi pengusaha karena ingin bermanfaat bagi banyak orang. Karyawan di usahanya saat ini memang hanya dua orang di bagian pelayanan pelanggan, namun untuk desain dan produksi dengan sistem kontrak jumlahnya mencapai puluhan. Ia memiliki tiga rekanan khusus untuk produksi pakaian yakni di tiga kota yakni Pati, Ungaran dan Yogyakarta.

Berkat kegigihan Sulis untuk merintis usaha, berbagai penghargaan pun diperolehnya. Antara lain juara 1 business dan pembinaan wirausaha baru Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, peraih Student Entrepreneurship development programme di Universiti Sains Islam Malaysia dan mendapat penghargaan Yubi Warior yang diadakan oleh Komunitas Yukbisnis Indonesia yang diadakan di Bali.(23)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar