SURGA TERSEMBUNYI di Lampung

Oleh Agus Wahyudi

SM/Agus Wahyudi  -  Perairan laut jernih dan kehijauan
SM/Agus Wahyudi - Perairan laut jernih dan kehijauan

MENJELAJAH Pulau Pahawang, Lampung, menyadarkan betapa Indonesia terlimpahi rahmat Sang Pencipta. Deretan pulau berjajar di perairan lepas itu begitu elok. Itulah ”surga” yang tersembunyi.

Air laut biru kehijauan, dengan pantai dan pemandangan alam membentang di Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil tak kalah indah.

Tak cuma hamparan pasir putih dan laut lepas, tetapi juga perbukitan dengan berbagai pohon menghijau rindang. Anda bisa memancing, snorkeling, menyelam, atau sekadar bersantai di pantai. Siang hari, biasanya air laut surut.

Jika tak suka berenang atau snorkeling, Anda bisa berpuas diri bermain pasir putih. Rudi (35), pemandu wisata, menuturkan salah satu daya tarik Pahawang adalah laut yang bersahabat untuk berenang dan snorkeling.

Ombak yang tenang dan kedalaman laut yang memadai untuk menyelam membuat pengunjung bisa menikmati kehidupan biota laut dengan warna-warni ikan dan terumbu karang.

”Jika tak suka berenang atau snorkeling, bisa menikmati suasana pantai yang segar, matahari terbit dan tenggelam, atau flora dan fauna khas hutan mangrove,” tutur dia.

Keindahan koral dan biota laut Pahang memang tiada tara. Para pemuda pegiat wisata membuat di beberapa titik di bawah laut miniatur Menara Eiffel. Itu bisa menjadi spot berfoto bagi penyelam.

Oncu (27), pegiat kelompok sadar wisata, menyatakan bersama kelompoknya berusaha keras mengembalikan eksotisme dasar laut itu agar memikat wisatawan. ”Rata-rata seminggu yang berkunjung 500 orang. Saat libur panjang malah ada yang sudah memesan tempat lebih awal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung serius mengembangkan pulau itu sebagai objek wisata andalan sejak awal 2016. Kini, Pahawang sudah menjadi primadona wisata. ”Sudah lama jadi tujuan wisata.

Sejak awal 2016 hingga kini banyak wisatawan berdatangan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Bandar Lampung, Paryanto. Dia menuturkan jika sekali wisatawan berkunjung ke Lampung, pasti kelak kembali.

Dia mengibaratkan jika sudah minum air Lampung, pengunjung bakal selalu ingat. Lalu, suatu saat kembali. Apalagi jika sudah terpikat keindahan Pahawang.

Terbagi Dua

Pahawang berada di selatan Kota Bandar Lampung, tepatnya di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran. Luas pulau itu sekitar 1.084 hektare. Ada dua pulau, yakni Pahawang Besar dan Pahawang Kecil.

Pahawang Besar adalah pulau utama yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga. Luas pulau itu lebih dari 1.000 hektare.

Sebagian besar penduduk nelayan. Di pulau itu ada penginapan dan fasilitas pendukung lain yang memudahkan wisatawan menginap. Pahawang Kecil berada tak jauh dari Pahawang besar, dengan luas sekitar 13 hektare.

Namun sebagian kawasan di pulau itui sudah dikelola atau dimiliki secara pribadi oleh warga negara asing. Di pulau itu ada cottage. Tentu wisatawan tak leluasa berkunjungi ke Pahawang Kecil. Wisatawan hanya bisa mendekat dan mengabadikan panorama dari atas perahu.

Dalam perjalanan ke Pahawang ada Pulau Kelagian Besar yang berpasir putih. Pulau itu tak berpenghuni karena sering menjadi tempat latihan pasukan TNI AL. Namun wisatawan tetap bisa berkunjung dan menikmati suasana sekitar pulau itu.

Ada pula Pulau Kelagian Kecil yang acap jadi arena snorkeling. Luasnya sekitar 1 hektare. Pengunjung biasanya memilih pulau itu ketimbang Kelagian Besar karena alamnya lebih indah.

Di sekitar Pahawang Besar ada spot snorkeling unik, yakni Taman Nemo. Spot itu acap jadi pilihan karena penyelam mudah melihat ikan nemo di habitat alaminya. Itulah ikan badut, ikan giru, atau clown fish yang menjadi tokoh utama film animasi Finding Nemo.

Ada pula Tanjung Putus. Jembatan alami yang unik itu menghubungkan Pahawang Kecil dan Pulau Tanjung Putus. Unik, karena jembatan pasir itu hanya muncul saat laut pasang surut. Jika pasang naik, jembatan pun kembali tenggelam.

Perjalanan ke Pulau Pahawang dari pusat Kota Bandar Lampung tak terlalu sulit. Anda cukup menempuh perjalanan darat sekitar 25 km selama dua jam menuju Pelabuhan Ketapang. Dari pelabuhan, perjalanan berlanjut dengan perahu mesin selama 40 menit.

Jika dari Pulau Jawa, sebelum sampai Kota Bandar Lampung, bisa naik pesawat atau menempuh jalur darat, lalu menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakahuni, Lampung. Perjalanan darat dari Bakahuni ke Pelabuhan Ketapang sekitar tiga setengah jam.

Nah, sampai di Ketapang, menyeberang lagi dengan perahu tradisional atau perahu motor. Saat ini, belum ada trayek angkutan umum khusus Bandar Lampung-Pelabuhan Ketapang. Umumnya wisatawan menggunakan jasa operator wisata atau menyewa pemandu lokal dengan mencarter kendaraan.

Bisa pula memilih transportasi lain yang menantang dan relatif tak merogoh kocek dalam-dalam. Hendro, pengelola biro wisata dari Banyumas, menyatakan paket wisata ke Lampung cukup banyak.

Dan, sebagian besar menginginkan ke Pulau Pahawang. ”Padahal, ke Pahawang minimal harus seharian penuh. Bahkan bila perlu menginap supaya pagi dan sore bisa menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam. Malam hari bisa membuat api unggun dan membakar ikan di pantai,” katanya. (44)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar