51 Kasus KDRT Sepanjang 2017

PURWOREJO - Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Purworejo ternyata cukup tinggi. Selama 2017 kemarin, seperti diungkapkan Kepala Bidang PPPA, Kenik Mujianingsih terjadi terdapat 51 kasus kekerasan.

Hal itu diungkapkan Kenik dalam acara rapat koordinasi bersama dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kemarin. Rapat tersebut untuk mengoordinasikan penanganan dan pencegahan kekerasan.

Kenik memperinci kasus kekerasan yang terjadi itu terdiri dari 22 kasus kekerasan pada anak dan 29 kasus kekerasan pada orang dewasa. Data kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan.

Setelah ditelusuri, sambung Kenik, terdapat beberapa karakter kasus kekerasan yang ditemukan pada anak seperti kurangnya perhatian dari orang tua, anak rentan karena perceraian, keluarga yang tidak mampu, serta pola pengasuhan yang tidak sebagaimana mestinya.

Sedangkan pada orang dewasa, beberapa karakter yang ditemukan adalah dampak perceraian, tidak ada nafkah untuk anak, belum adanya tindak lanjut dari putusan pengadilan, dan adanya pihak ketiga atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Bahkan selain menjadi korban, ditemukan pula anak sebagai pelaku kekerasan.

Beberapa penyebabnya yakni pergaulan bebas dan tidak terkontrol, minimnya pengetahuan mengenai tindak pidana, serta pengaruh teknologi.

Bentuk Jejaring

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan jejaring layanan terpadu dalam upaya penanganan korban kekerasan serta menyosialisasikan hukum tindak pidana perdagangan orang (PPO). Rakor ini menghadirkan perwakilan dari International Organisation Migran (IOM) dan Pusat Pembelajaran Keluarga.

Pada kasus perdagangan manusia, menurut Among, perwakilan IOM menuturkan kasus perdagangan manusia agak sulit untuk diidentifikasi karena terdapat penemuan dari beberapa kasus bahwa orang yang dinyatakan sebagai korban secara sadar menyatakan "mau" untuk dipekerjakan secara unprocedural.

Sekretaris Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purworejo , Sukusyanto berharap adanya tindak lanjut yakni penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat oleh OPD dan pihak-pihak terkait sesuai dengan tugas pokoka sehingga kasus kekerasan semakin menurun. (H43-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar