Industri Pupuk Dunia Kelebihan Pasokan

SM/Fista Novianti - KUNJUNGAN KE REDAKSI : Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko (kedua kanan) didampingi Marketing Support Manager Suara Merdeka Candra Satriya (kanan), menerima kunjungan jajaran manajemen PT Pupuk Indonesia di kan
SM/Fista Novianti - KUNJUNGAN KE REDAKSI : Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko (kedua kanan) didampingi Marketing Support Manager Suara Merdeka Candra Satriya (kanan), menerima kunjungan jajaran manajemen PT Pupuk Indonesia di kan

SEMARANG - Saat ini industri pupuk dunia sedang mengalami tantangan relatif besar, yakni terjadi kelebihan pasokan. VPExternal Communication & Media Relation PT Pupuk Indonesia (Persero), M Aby Radityo menuturkan, mulai 2011 industri pupuk mengalami over suplai sehingga membuat persaingan semakin ketat.

Banyak negara lain yang memproduksi pupuk sendiri sehingga terjadi kelebihan pasokan. Padahal tujuan pemasaran Pupuk Indonesia selama ini banyak juga yang diekspor. "Kapasitas produksi Pupuk Indonesia mencapai 229 juta ton per tahun, namun kebutuhan hanya 188 juta ton per tahun.

Dan terjadi over suplai 41 juta ton per tahun," tutur Aby saat berkunjung ke kantor Redaksi Suara Merdeka di Jalan Pandanaran II No 10 Semarang, Jumat (4/5).

Dalam kunjungan itu, Aby didampingi jajaran manajemen Pupuk Indonesia Group. Mereka diterima Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko, didampingi Marketing Support Manager Suara Merdeka, Candra Satriya.

Pupuk Bersubsidi

Sementara itu, saat jumpa media di Kota Semarang, Aby mengungkapkan, hingga kuartal I 2018 sudah menyalurkan sebanyak 585.041 ton pupuk bersubsidi di Jateng.

Secara nasional PT Pupuk Indonesia memiliki kewajiban menyalurkan sebanyak 9.550.000 ton pupuk bersubsidi. ''Total stok di Jateng lebih dari 300 ribu ton pupuk bersubsidi.

Alokasi kita 60% ada di Jawa dan tidak pernah kekurangan pupuk dalam artian secara signifikan selalu tercukupi,'' ujar Aby. Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau supaya para petani bisa bergabung di kelompok tani untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

Selain itu petani juga bisa membeli pupuk secara resmi dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) di kios resmi. Saat ini ada 298 distributor di Jateng dengan jumlah kios sebanyak 5.850 unit. † ''Jika memang ada yang menjual di atas HET silakan laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti,'' imbau Aby. (K14,J14-55)


Loading...
Komentar