Gibson Klangenan Gitaris Papan Atas

Bangkrut setelah Terlilit Utang Rp 6,5 Triliun

SM/dok : DUTA GIBSON: CEO Gibson Brands Henry Juszkiewicz (kanan) bersama gitaris Slash sebagai duta gitar merek Gibson.(24)
SM/dok : DUTA GIBSON: CEO Gibson Brands Henry Juszkiewicz (kanan) bersama gitaris Slash sebagai duta gitar merek Gibson.(24)

Para penggemar gitar Gibson mungkin tidak akan bisa lagi membeli produk baru dari merek legendaris tersebut setelah perusahaan produsen gitar yang berbasis di Nashville, AS, itu menyatakan diri bangkrut dan terlilit utang sekitar Rp 6,5 triliun.

SLASH dari grup rock Guns ‘N Roses, Keith Richard (Rolling Stones), Joe Perry (Aerosmith), Elvis Presley, Jimi Hendrix, Carlos Santana, dan Eric Clapton adalah nama-nama gitaris beken papan atas dunia yang mengandalkan gitar elektrik Gibson dalam setiap penampilan mereka. Bahkan Jimmy Page, gitaris Led Zeppelin, rela melepas gitar Fender Telecaster yang biasa dia pakai dan beralih ke Gibson Les Paul pada era 1970-an karena gitar jenis ini dianggap lebih pas dengan karakternya.

Di dalam negeri, sejumlah gitaris terkemuka juga mengandalkan Gibson. Sebut saja di antaranya adalah Piyu Padi dari jajaran musikus rock dan Oele Pattiselano dari barisan musikus jazz. Sebenarnya apa yang membuat gitar Gibson istimewa sampai-sampai Piyu mengaku enggan beralih ke merek lain. Gibson Les Paul warna hitam-putih sudah menjadi pasangan tetap gitaris asal Surabaya ini. ”Saya pakai gitar yang sudah ada saja dan saya nggak berminat untuk membeli gitar lain selain Gibson,” ujarnya.

Menurut dia, gitar Gibson memiliki suara yang khas dan empuk sehingga membuat dirinya menjadi pengguna setia Gibson Les Paul dari dulu hingga sekarang. ”Suaranya beda dengan yang lain. Jadi, kalau musikus atau gitaris dengar, dia pasti tahu ini pasti suara Gibson. Sangat khas,” paparnya.

Berencana Bangkit

Pada Selasa (1/5) lalu, perusahaan Gibson Guitar Corp yang berubah nama menjadi Gibson Brands Inc resmi menyatakan bangkrut. Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Negara Bagian Delaware (AS), mereka memiliki utang sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,5 triliun.

Perusahaan yang didirikan oleh Orville Gibson pada 1902 ini semula diberi nama Gibson Mandolin-Guitar Mfg Co Ltd dan hanya memproduksi instrumen mandolin. Gibson kemudian mengembangkan instrumen gitar bolong pada sekitar 1930-an. Meski kini bangkrut, Gibson memiliki rencana untuk bangkit dan melunasi hutang terebut. Kini Gibson bersiap menjual produk-produk aksesori musik seperti headphone dan speaker.

Bersamaan dengan itu, produsen gitar yang bermarkas di Nashville, Negara Bagian Tennessee (AS), ini tengah merombak ulang susunan organisasi dan struktur untuk kembali menjual alat musik. ”Gibson akan kembali pulih dari status bangkrut dengan pendanaan modal kerja, pengurangan utang material, dan platform yang berfokus pada instrumen musik lebih ramping juga kuat,” kata pernyataan dari pihak perusahan tersebut. Kebangkrutan Gibson sudah diduga sejak awal tahun ini. Perusahaan jasa keuangan Standard & Poor’s menurunkan peringkat Gibson karena khawatir gagal membayar kewajiban utangnya. Di masa kejayaannya, Gibson menjual lebih dari 170.000 unit gitar setiap tahun di lebih dari 80 negara. Produk yang paling terkenal adalah jenis Les Paul yang memiliki bentuk sangat khas dan berbeda dari jenis-jenis gitar elektrik pada umumnya. Gibson Les Paul pertama diproduksi secara komersial pada 1952 setelah gitaris Les Paul membantu pembuatan desain di perusahaan Gibson.

Gitar jenis ini sengata dirancang untuk menaklukkan gitar Fender yang sangat populer waktu itu. Slash menjadi gitaris yang selalu diasosiasikan dengan Gibson Les Paul sehingga dia kemudian dinobatkan menjadi brand ambassador Gibson. Kendati musikus reggae kenamaan Bob Marley tidak banyak dibahas tentang kemampuannya dalam bermain gitar, sebagian besar karya-karyanya tenyata selalu melibatkan gitar Gibson Les Paul Junior. (Asep BS-25)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar