Ansor Desak Pemkab Tutup Semua Karaoke

WONOSOBO -Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonosobo terus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo tegas menutup semua tempat hiburan dan karaoke tak berizin sebelum Ramadan.

Selain tak berizin, hasil investigasi tim di lapangan, sebagian besar tempat hiburan dan karaoke menyediakan pemandu lagu dan memperjual belikan minuman keras yang jelas-jelas melanggar peraturan.

Ketua Umum GP Ansor Wonosobo, Ahmad Santoso mengaku sangat menyayangkan lambannya penegakan aturan terhadap usaha hiburan dan karaoke ilegal di Wonosobo. Di sisi lain Wonosobo sudah memiliki Perda No 3/2017 tentang Usaha Hiburan dan Karaoke yang telah disahkan pada April 2017 lalu. Dengan demikian Pemkab Wonosobo mengambil langkah tegas menutup seluruh tempat hiburan dan karaoke tak berizin. ”Kami sangat menyayangkan kondisi ini, apalagi ada tempat karaoke mempekerjakan pemandu lagu di bawah umur,” bebernya.

Maraknya tempat hiburan malam, selain rawan menyebabkan kenakalan remaja baik seks bebas, minum-minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. ”Imbasnya terjadi degradasi moral bagi generasi muda di Wonosobo,” tutur dia.

Buat Perbup

Menurut dia, generasi muda NU tentu akan mendorong pengawalan dan penegakan aturan tempat hiburan dan karaoke ilegal tersebut. Ansor, Banser, Mahasiswa NU, IPNU-IPPNU mendesak perbup dibuat dan aturan segera ditegakan demi moralitas generasi muda di Wonosobo.

Senada, Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Wonosobo Kurnianto meminta Bupati Wonosobo harus segera membuat peraturan bupati (perbup) untuk menguatkan perda dan menutup semua tempat hiburan dan karaoke ilegal. ”Kami siap mengerahkan 10.000 sampai 20.000 pasukan untuk mengawal penegakan aturan ini. Dalam 24 jam kami siap,” beber dia.

Sekretaris Satpol PP Wonosobo, Suratman menyebutkan, pelaksanaan terkait perda usaha hiburan dan karaoke, pihanya terus melakukan pemantauan wilayah dan evaluasi. Imbauan dan surat teguran telah dilayangkan kepada para pemilik karaoke yang belum berizin. ”Jumlah total 27 penyelenggara karaoke. Usaha karaoke ada 23 buah dan empat lainnya memiliki izin kafe dan hotel namun menyelenggarakan karaoke. Semuanya belum berizin,” ujar dia. (mar-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar