Pedagang Tempati Los Per Zonasi

BUTUH - Pedagang Pasar Butuh menempati los sesuai zonasi. Hingga Kamis (3/5), para pedagang belum seluruhnya menempati pasar tersebut.

Dan pemkab belum menarik retribusi kepada pedagang, mengingat pasar yang dibangun menggunakan dana tugas pembantuan (TP) itu belum dihibahkan. "Setelah dihibahkan, kami baru menarik retribusi pasar atau sewa los," kata Kabid Perdagangan dan Pengelolaan Pasar pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Sri Suhartini, kemarin.

Dengan belum dihibahkannya pasar tersebut, maka status saat ini masih menjadi barang pusat. Dan pusat memang mengharuskan agar itu segera ditempati, meskipun belum dihibahkan.

Pihaknya pun lantas menempatkan pedagang setempat dengan sistem zonasi. Semisal, pedagang buah terpisah dengan pedagang pakaian. Sri Suhartini yang didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pasar Butuh Ari Wibowo mengemukakan, dari sebanyak 198 los yang tersedia di Pasar Butuh, diakui dalam penempatannya belum seluruhnya mengurus izin. "Baru 160 pedagang yang mengurus izin operasional, lainnya belum," imbuh Sri Suhartini yang lebih akrab disapa Nunuk itu.

Adapun 35 kios yang tersedia di Pasar Butuh, baru 20 pedagang yang menempati kios tersebut, mengurus izin operasionalnya. Pengelola pasar setempat pun melakukan pendataan per zonasi. Nunuk menjelaskan, masih ada pedagang yang menempati zonasi bagian belakang. Mereka pedagang kuliner, antara lain kupat tahu, rames, dan kopi. Dijelaskan Nunuk, pembangunan pasar dengan menggunakan dana APBN itu sudah ada prototipenya. Sedangkan dana pendampingan dari APBD tidak ada. Pembangunan Pasar Butuh yang didanai Rp 5,1 miliar itu pun sudah sesuai dengan prototipe dari pusat.

Selain ada yang menggunakan dana TP, juga terdapat pasar yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta APBD. Antara lain Pasar Baledono, Pasar Grabag, Krendetan, Maron, Ngori, Seren, Gebang dan Pasar Mundusari Kecamatan Butuh. Untuk Pasar Kenteng diakui Nunuk belum dibangun.(K5-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar