Sindikat Pembobol ATM Ditangkap

SM/Nur Kholiq : TANGKAP PENCURI : Satreskrim Polres Purworejo menangkap sindikat pembobol mesin ATM.(26)
SM/Nur Kholiq : TANGKAP PENCURI : Satreskrim Polres Purworejo menangkap sindikat pembobol mesin ATM.(26)

PURWOREJO - Aparat Satreskrim Polres Purworejo berhasil menangkap lima orang sindikat spesialis pembobol uang nasabah di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Mereka bekerja dengan cara mengganjal mesin dengan tusuk gigi. "Ada lima orang tersangka terkait dengan tindakan pencurian uang nasabah bank dengan modus ganjal ATM dengan tusuk gigi," ungkap Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Ptasetya melalui Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Kholid Mawardi dalam konferensi pers di Mapolres, kemarin.

Para penjahat sindikat tersebut ditangkap di sebuah hotel di Yogyakarta. Mereka adalah AS (39) asal Bandar Lampung, Lampung, TH (35) warga Kota Tangerang, H (35) dari Bandung, RS (29) warga Tanggamus, Lampung dan SG (26) asal Kabupaten Cimahi, Jawa Barat.

Penangkapan para pelaku dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu korban yang merasa kehilangan uang di ATM sebanyak Rp 55 juta. Sebelumnya korban curiga dengan beberapa orang yang berusaha menolongnya di bilik ATM ketika kartu tidak bisa dimasukkan ke dalam mesin pemindai. Sebelum beraksi, para tersangka memiliki peran sesuai dengan tugas masing-masing.

Setelah berhasil mengelabui korban, mereka segera menguras isi ATM milik korban. "Ada yang mengganjal lubang dan menukar kartu ATM korban, ada yang berpura-pura menolong sambil mengintai nomor PIN, ada yang mengawasi situasi, dan ada yang jadi sopir," lanjutnya. Salah satu tersangka, TH, menjelaskan biasanya mereka mengincar lokasi mesin ATM yang sepi dari pengawasan pengamanan. "Yang kami incar biasanya cewek atau ibu-ibu, kalau bapak-bapak jarang," tuturnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 20.524.000, potongan tusuk gigi, enam kartu ATM , lima buah telapon seluler, dan dua unit mobil milik tersangka. Hingga kini polisi masih menyelidiki adanya pelaku lain dalam kasus tersebut. Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPtentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama tujun tahun penjara. (H43-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar