UIN Sunan Kalijaga Tunggu Penyelidikan

LBH DIY Protes Aksi Pemukulan Advokat

SM/Dananjoyo Kusumo
SM/Dananjoyo Kusumo

YOGYAKARTA- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD, akan menindak tegas apabila ada mahasiswanya yang terbukti melakukan aksi anarkistis di depan pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada 1 Mei 2018. "Kalau ada mahasiswa terbukti salah, maka kami tidak segan-segan memecat yang bersangkutan," ungkap dia dalam siaran persnya yang diterima Suara Merdeka, kemarin.(26) Pihak rektorat mengapresiasi keterangan Kapolda DIY, Brigjend Pol Ahmad Dofiri yang mengatakan UIN Sunan Kalijaga tidak terlibat demo anarkistis.

Pihak kampus lanjut dia, akan mengambil langkah pemecatan setelah ada keterangan bersalah atau terlibat dalam aksi perusakan itu dari kepolisian. Dalam siaran pers tersebut juga dikemukakan, dalam peristiwa aksi 1 Mei 2018 yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak terlibat secara kelembagaaan, baik dosen maupun mahasiswa.

"Jika ada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terbukti terlibat dalam aksi tersebut, mereka bukan representasi dari civitas akademika UIN Sunan Kalijaga," lanjut rektor. Secara lokasi kejadian, aksi tersebut berada di pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga. Saat aksi mereka sempat bentrok dengan warga setempat. Kemudian mereka berusaha sembunyi di kampus.

Terkena Dampak

Terpisah Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Dr Phil Sahiron MA, mengatakan, sejauh ini masih belum ada informasi resmi dari Polda DIY mengenai aksi demo. ''Kami belum masuk lebih dalam agar tidak mengganggu jalannya proses yang sedang berlangsung,'' katanya.

Selama ini, lanjut dia, pertigaan depan kampus UIN Sunan Kalijaga, sering menjadi ajang aksi demo mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Namun demikian, kata dia, yang terkena dampak negatif dari aksi demo yang anarkistis itu adalah UIN Sunan Kalijaga. Secara terpisah, pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Emanuel Gobay (dua kiri) dan Yogi Zul Fadhli (kiri) didampingi rekan Pengabdi Bantuan Hukum (PBH) LBH lainnya menceritakan kronologi pemukulan oleh oknum polisi di kantor LBH Yogyakarta, Kamis (3/5). Pemukulan tersebut terjadi ketika LBH melakukan proses advokasi terhadap puluhan mahasiswa yang ditangkap polisi ketika berdemonstrasi pada peringatan Hari Buruh Internasional.

Berdasar hasil pemeriksaan RS Hidayatullah, terdapat luka memar dan lecet di telinga kiri Emanuel. Atas kejadian tersebut PBH LBH Jogja menyatakan sikap menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan menyayangkan tindakan pemukulan terhadap advokat serta meminta kepada Kapolda DIY untuk meminta maaf secara terbuka dan menindak tegas anggotanya yang telah melakukan tindakan pemukulan. Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda DIYAKBPYulianto saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya sudah ditemui perwakilan LBH Jogja atas insiden tersebut untuk membahas kronologi versi LBH.(sgt-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar