”Ananta”

Tak Sekadar Cinta

FILM Ananta menjadi kisah drama baru yang mengisi layar bioskop Tanah Air. Film ini tak sekadar soal cinta. Fero Walandouw menyatakan bersedia bermain dalam film Ananta karena alur cerita yang unik. ”Banyak yang bilang cinta itu tulus. Kalau dibilang cinta itu pengorbanan, disebut berarti cintanya nggak tulus. Sebenarnya nggak begitu sih. Ananta nunjukin soal itu.

Cinta juga butuh pengorbanan,” ujar Fero. Film ini menjadi momen bagi Fero Walandouw ke panggung layar lebar. Dia semula ragu ketika diminta memerankan sosok Ananta yang jauh berbeda dari kepribadiannya. ”Beda bangetlah. Ananta Sunda, gue Manado. Logat bicaranya aja udah beda. Secara kepribadian, Ananta juga sabar dan kalem.

Beda sama gue yang nggak begitu,” ucap Fero. Fero akhirnya bersedia memerankan Ananta. Namun dia merasa butuh pendalaman ekstra untuk memerankan karakter itu. ”Gue belajar bahasa Sunda. Selebihnya pendalaman emosi sambil banyak ngobrol dengan sutradara; mau membawa ke mana karakter itu,” tutur Fero.

Panggung Baru

Film ini juga menjadi panggung baru bagi bintang muda Michelle Ziudith. Film yang diadaptasi dari novel karya Risa Saraswati itu bercerita tentang Tania yang labil dan gemar melukis. Sifat keras Tania membuat dia sering dianggap aneh. ”Sebenarnya aku ditawarin film ini dengan ajakan yang unik sih.

Rumah produksi bilang, mau nggak aku main dan di sini aku dikasih ruang untuk nunjukin kemampuan yang selama ini nggak diketahui, yaitu gambar dan melukis,” ujar Michelle Ziudith. Di sela-sela kesibukan berakting, Michelle kerap menghabiskan waktu dengan melukis. Selebihnya, Michelle tak kesulitan mendalami peran sebagai Tania.

Dia menyatakan sebagain karakter Tania ada dalam dirinya. ”Seperempat dari perjalanan hidup aku tuh Tania sih. Aku nggak terlalu ambil pusing jadinya,” kata Michelle. Ananta juga dibintangi Nino Fernandez. Film ini telah diputar di bioskop mulai kemarin. (dtc-44)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar