Pemutusan Listrik Kembali Batal

Relokasi Pedagang Pasar Kobong

PROTES PEMUTUSAN LISTRIK : Sejumlah pedagang menggelar unjuk rasa menuntut PLN untuk membatalkan rencana pemutusan listrik di Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong Semarang, Kamis (3/5). (48)
PROTES PEMUTUSAN LISTRIK : Sejumlah pedagang menggelar unjuk rasa menuntut PLN untuk membatalkan rencana pemutusan listrik di Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong Semarang, Kamis (3/5). (48)

SEMARANG TIMUR - Pemutusan listrik dan relokasi para pedagang Pasar Rejomulyo lama atau dikenal Pasar Kobong, kembali batal dilaksanakan. Saat akan dilakukan pemutusan listrik, petugas dari Dinas Perdagangan diadang puluhan pedagang Pasar Kobong, Kamis (3/5).

Sejak pukul 08.00, para pedagang Pasar Kobong berbaris di Jl Pengapon. Mereka berusaha mencegat petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang yang hendak memutus listrik dan membongkar lapak pedagang di lokasi tersebut.

Petugas dari Dinas Perdagangan memilih bertahan di Pasar Rejomulyo Baru. Namun, sejumlah pedagang menghampiri petugas Dinas Perdagangan di Pasar Rejomulyo Baru. Setelah melalui proses dialog, rencana pemutusan listrik dan pembongkaran lapak pedagang dibatalkan. Tahun lalu, usaha memutus listrik dan pembongkaran Pasar Kobong juga batal dilakukan. ”Kami mempertanyakan dasar hukumnya bila hendak memutus aliran listrik di Pasar Kobong. Selama ini kami tidak pernah menunggak pembayaran listrik dan melanggar aturan PLN. Listrik milik konsumen bukan Pemkot,” ujar Bendahara Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP), Mujibur Rohman. Menurut dia, pedagang akan tetap melawan dengan menempuh langkah hukum terkait persoalan tersebut. Ia menyatakan, pedagang pada dasarnya tidak menolak direlokasi selama tempat tersebut layak untuk ditempati. ”Luas tempat dan akses parkir di Pasar Rejomulyo Baru kurang memadai. Lokasi bongkar muat hanya mampu menampung hingga lima mobil. Padahal setiap malam transaksi mencapai 250 mobil yang bongkar muat,” papar dia.

Dalam aksi itu, pedagang mengenakan baju biru dan penutup plastik atau ikat kepala berwarna sama. Selain itu, tulisan bernada protes kepada PLN terlihat dibawa peserta aksi.

Beberapa kalimat yang terpampang seperti ”PLN aja dumeh-aku isih kuat bayar” dan ”Lampu pedot-piye aku golek rizki”. Sementara itu, sebuah ekskavator disiagakan mendekati bangunan Pasar Kobong sekitar pukul 09.20. Peserta aksi mengusir dan memaksa ekskavator agar menyingkir dari sekitar pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, PLN menarik diri untuk melakukan pemutusan listrik pada Rabu (2/5) malam. Itu dilakukan setelah mereka didatangi perwakilan pedagang yang melakukan konsultasi terkait rencana pemutusan listrik. ”Kami diberitahu kalau PLN tidak berani melakukan pemutusan setelah ditemui para pedagang. Tugas kami hanya merelokasi pedagang. Saat mereka tidak mau maka tugas kami selesai. Selanjutnya, ini akan menjadi tanggung jawab Bagian Aset dan Satpol PP,” ucap Fajar.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zainal Abidin Petir menyatakan, pihaknya melakukan konsultasi secara langsung ke PLN, sekaligus menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi di Pasar Kobong. (ary, K18-48)


Berita Terkait
Komentar