Manajemen Gelar Evaluasi Total

SEMARANG - Berada di posisi juru kunci klasemen Liga 1 memaksa manajemen PSIS Semarang melakukan evaluasi total. CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya mengatakan, evaluasi dibutuhkan agar Laskar Mahesa Jenar bisa bangkit dan beranjak dari zona degradasi.

Berada di papan bawah dikhawatirkan dapat menggangu mental bermain para pemain. ”Dari segi permainan sebetulnya anak-anak mulai ada kemajuan. Terutama di bawah arahan pelatih baru Vincenzo Alberto Annese. Namun yang jadi persoalan adalah mental bertanding pemain yang dinilai masih lemah. Terutama saat kebobolan terlebih dulu,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini. Dua kekalahan dari Perseru Serui (0-1) dan Persija Jakarta (1-4) di dua laga terakhir menjadi tolok ukur kelemahan itu. Apalagi Haudi Abdillah dan kolega kebobolan di 25 menit sebelum laga usai. Padahal selama 65 menit PSIS mampu memberi perlawanan dua tim tersebut. Saat menghadapi Persija Jakarta (20/4), tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut membuka keran gol nya di menit 68 dan mampu menambah tiga gol lagi sampai pertandingan berakhir.

Mental Bertanding

Sementara di laga terakhir kontra Perseru Serui, PSIS lagilagi kebobolan di menit 71, melalui sepakan first time Silvio Escobar. ‘’Tentu dengan kegagalan mengambil poin di dua laga terakhir, kami evaluasi kegagalan itu. Lini belakang hingga depan kita evaluasi, utamanya adalah faktor mental bertanding yang masih lemah,’’lanjutnya. Laga selanjutnya, kesempatan PSIS untuk bangkit terbuka lebar saat menjamu Persela Lamongan, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (7/5).

Skuad PSIS Semarang diharapkan mampu tampil trengginas dan mengulang sukses, seperti saat melibas tim tamu PSMS Medan 4-1 pada pekan keempat Liga 1, di Stadion yang sama. ”Saya percaya selama sepekan berlatih akan ada perkembangan yang baik. Saya berharap tim bisa kembali ke tren kemenangan,’’ tandas Yoyok. (mam, H85-64)


Baca Juga
Komentar