Tertawa Mengejek Diri Sendiri

SEMARANG - Sepanjang pementasan teater berjudul ”Aku” oleh KSK Wadas UIN Walisongo di Auditorium I UIN Walisongo, hampir tidak lepas dari adegan tertawa. Sebelas aktor yang tampil sebagai tokoh tanpa nama menyelipkan gelak bersama maupun sendiri.

Dalam dialog, beberapa kali mempertanyakan tentang keakuan, tertawa mengejek diri sendiri. ”Siapa aku? Aku berada dimana? Aku mengerti. Aku melihat bidadari. Apakah ini surga? Bukan.

Di surga tidak ada bidadari yang berdampingan dengan Dajjal. Dimana aku? Siapa aku? Siapa?” ucap salah satu tokoh. Tokoh-tokoh lainnya tertawa setelah dialog tersebut diungkapkan. Dialnjutkan berdialog, membahas tentang diri. Kemudian tertawa lagi. Penonton jarang tertawa saat adegan tertawa dilakukan para aktor. Di beberapa adegan, para aktor yang melucu tidak mendapat respons tertawa.

Justru saat adegan serius, tawa penonton sempat muncul. Naskah karya M Khoirun Nadzif dan Syaikhu Luthfi ini juga menampilkan tentang perkembangan permaian yang terjadi. Permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng, Dhingklik Oglak Aglik, Ularularan dipanggungkan. Ditampilkan bersama tingkah laku orang-orang yang bermain dengan gawai. ”Kamu ketinggalan zaman. Permainan kalian buruk,” kata tokoh yang bermain dengan gawai. Sutradara pementasan ”Aku”, M Khoirun Nadzif mengatakan, naskah yang dipanggungkan adalah cerita perjalanan pencarian dirinya. Dia mempertanyakan tentang dirinya yang kemudian disarikan dalam bentuk teks. ”Cerita yang sangat pribadi.

Warna-warna yang muncul di panggung juga saya dapatkan ketika melakukan pencarian itu. Saya bertanya ke berbagai orang, termasuk guru saya di pesantren,” ucap Khoirun. (akv-53)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar