Eks Pengisi THR Sriwedari Harapkan Tempat Ekspresi

SM/Won Poerwono : TERLANJUR BANGGA : Penyanyi Alvita dan Suci yang sudah terlanjur bangga mendeklarasikan diri sebagai penyanyi OM Ervana saat pentas bersama di THR Sriwedari menjelang operasional berakhir November lalu. (20)
SM/Won Poerwono : TERLANJUR BANGGA : Penyanyi Alvita dan Suci yang sudah terlanjur bangga mendeklarasikan diri sebagai penyanyi OM Ervana saat pentas bersama di THR Sriwedari menjelang operasional berakhir November lalu. (20)

SOLO - Sudah empat bulan sejak operasional THR Sriwedari ditutup awal Desember hingga medio April ini, belum ada satu tempat didapat sebagai solusi pengganti berkiprah kalangan grup musik eks pengisi acara di taman rekreasi bekas Kebon Raja itu.

Satu-satunya peluang yang semula diandalkan Komunitas Seniman Mandiri Surakarta (KSMS) yaitu di kompleks eks perusahaan rekaman PTLokananta, hingga kini belum memberikan sinyal apa-apa. ”Wah, la ini terus gimana. Teman-teman sudah pada gelisah menunggu, kok belum ada yang memberi sinyal positif sebagai solusi pengganti THR. Empat bulan itu cukup lama bagi Ervana. Kami nyaris lumpuh,” keluh Edy Kistoro selaku pimpinan Ervana Group, menjawab pertanyaan Suara Merdeka, kemarin.

Seperti pernah beberapa kali diberitakan harian ini, THR Sriwedari mengakhiri operasional kegiatan hiburannya awal Desember tahun lalu. Taman hiburan yang dikelola PT Smart itu harus meninggalkan Sriwedari, karena dasar penempatannya hanya kontrak sewa harian yang dibayar tiap bulan, sebagai perpanjangan setelah masa kontrak 15 tahun sejak 1985 habis. Hasil upaya yang dilakukan untuk mencari solusi waktu itu, satusatunya solusi didapat dengan merelokasi ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) karena Pemda memberi izin sebagian ruang di ujung selatan untuk digunakan.

Namun rencana yang sudah mendekati matang itu batal. Bersamaan dengan upaya pencarian solusi yang dilakukan PT Smart, kalangan seniman dan komunitas pecinta berbagai genre musik pengisi acara di THR Sriwedari mendirikan KSMS untuk ikut membantu mencarikan solusi.

PT Smart akhirnya gagal mendapatkan tempat setelah menjajaki beberapa alternatif pengganti beberapa titik lokasi di Kabupaten Sukoharjo, di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Karanganyar, yang intinya hampir semuanya tidak memenuhi beberapa persyaratan di antaranya soal posisi lokasi dan harga sewa lokasi. ”Karena kita (KSM-Red) sudah bertemu dan bersepakat dengan THR untuk memilih Lokananta, kami samasama menunggu jawaban permohonan yang kami sampaikan. Ternyata benar, keputusanannya ada di tangan Kemen BUMN. Mungkin karena masa sewanya sampai 15 tahun. Kami bisa maklum kalau prosesnya bisa berbulan-bulan, atau bertahun-tahun,” ujar Edy mereview upayanya bersama PT Smart mengajukan permohonan sewa ke PT Lokananta dan beberapa pihak lain.

Karena, sudah menginjak 4 bulan tidak ada titik terang akan adanya solusi mendapatkan tempat pengganti THR, Ketua PAMMI DPC Surakarta itu mengaku beberapa grup dangdut asuhannya nyaris lumpuh karena jarang ada kegiatan pentas. Karena masalah tempat berekspresi belum juga bisa diharapkan, pihaknya memberi kebebasan kepada kalangan anggota grup dan para penyanyinya untuk mencari solusi sendiri. Namun, lanjut Wakil Ketua KSMS itu, pihaknya tetap berupaya mencari ladang nafkah kalangan anggotanya, yaitu ingin melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.

Sebuah ajang ekspresi seni musik mirip THR untuk mencari nafkah sangat diharapkan, tetapi kalau tidak ada pihaknya menginginkan agar Pemda memberi ruang kerja sama seperti ketika ada ajang peringatan hari-hari besar misalnya 17-an atau hari-hari khusus misalnya hari jadi kota. ”Ya prinsipnya, bisa memberi nafkah, meskipun sedikit. Artinya, jangan sampai kita dibiarkan sama sekali tidak bisa mendapatkan nafkah. La wong kami hidupnya dari berkesenian. Solo dikenal sebagai Kota Budaya. Mosok sampai tidak bisa menghidupi potensi keseniannya?. Tak terkecuali musik dangdut,” tunjuknya. (won-20)


Berita Terkait
Loading...
Komentar