Manahan Sementara Dikosongkan

Selama Revitalisasi

SM/Yusuf Gunawan : DIPADATI PENGUNJUNG : Pengunjung memadati sunday market di salah satu sudut kompleks Stadion Manahan, kemarin.(21)
SM/Yusuf Gunawan : DIPADATI PENGUNJUNG : Pengunjung memadati sunday market di salah satu sudut kompleks Stadion Manahan, kemarin.(21)

SOLO - Pemkot Surakarta berencana melakukan sterilisasi kawasan Stadion Manahan dari aktivitas publik, selama kompleks olahraga itu direvitalisasi pemerintah pusat.

Hal ini dimaksudkan guna menjamin kelancaran proyek tersebut. ”Selama pembangunan, bangunan stadion dan sekitarnya harus steril sehingga aman,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Joni Hari Sumantri, usai upacara Hari Pendidikan Nasional di Stadion Sriwedari, Rabu (2/5).

Joni mengakui, pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Manahan bakal berdampak terhadap berbagai kegiatan yang selama ini berlangsung di lokasi tersebut. Tidak terkecuali sunday market yang diselenggarakan setiap Minggu. ”Tapi kami belum mengatakan (Sunday Market) libur. Hanya saja harus dibuat zona aman selama pengerjaan konstruksi. Itu (zona aman) bersifat wajib, karena menyangkut keselamatan.” Berdasarkan informasi yang diterimanya, revitalisasi Stadion Manahan diprediksi berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2019.

Namun Joni enggan memastikan lebih lanjut realisasi program tersebut.

Diminta Pahami

”Survei, perencanaan, sampai pengerjaan konstruksi sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat. Anggarannya murni dari APBN dan berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tidak ada anggaran pendampingan langsung dari APBD,” tandasnya.

Mengutip laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, tender proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan senilai lebih dari Rp 314 miliar tersebut masih berlangsung. Penandatanganan kontrak antara penyelenggara tender dan pemenang lelang proyek itu ditargetkan berlangsung 11 Juni. Terpisah Wali Kota FX Hadi Rudyatmo meminta masyarakat, tidak terkecuali pedagang kaki lima (PKL) sunday market, memahami konsekuensi atas pelaksanaan revitalisasi itu. Wali Kota bahkan berencana meliburkan aktivitas itu, selama proyek itu berlangsung. ”La mau ditaruh di mana? Kami tidak punya tempat lain. Jadi harus libur dulu selama pembangunan,” tandasnya. (H73-20)


Berita Terkait
Loading...
Komentar