200 Penari Dolalak Meriahkan Hardiknas

BUTUH - Sebanyak 200 penari Dolalak memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kecamatan Butuh, Rabu (2/5). Halaman Kantor Kecamatan Butuh, tempat unjuk kebolehan para penari dari siswa SD di wilayah setempat itu penuh sesak. Mereka yang berseragam khas itu menari sekitar 25 menit dengan iringan musik tradisional.

Suasana itu mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas di perbatasan Purworejo-Kebumen tersebut. Para pengguna jalan pun membaur bersama penonton dari berbagai pelosok desa di Kecamatan Butuh.

Dalam kesempatan itu, setiap SD yang membawa perwakilan penari Dolalak, mengikutsertakan pengombyong. Seluruh kepala desa dan sekretaris di Kecamatan Butuh juga hadir.

Selain itu kepala SMA/SMK/SMPhingga PAUD, baik formal maupun informal. Camat Butuh Wasit Diono menjelaskan, ada semangat kebersamaan yang ditonjolkan dalam kegiatan tersebut.

Lestarikan Budaya

Siswa yang tampil merupakan hasil didik guru-guru SD di Butuh. Mereka dilatih dalam ekstrakurikuler. Sehingga, penampilan tari Dolalak yang dibawakan anak-anak SD itu tidak memerlukan persiapan lama. “Tujuannya untuk melestarikan kesenian Dolalak, sebagai budaya asli Purworejo agar jangan sampai hilang atau punah,” terangnya.

Anak-anak di wilayahnya memang sudah dikenalkan kesenian dolalak sejak dini. Bahkan setiap SD memiliki seragam khas penari dolalak yang siap ditampilkan dalam berbagai kegiatan.

Pementasan tari dolalak oleh siswa SD tersebut sekaligus mengubah citra negatif terhadap kesenian tersebut, yang dianggap saru karena menggunakan pakaian ketat dan minim. Ditambahkan Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Butuh, Risiono, kegiatan ini sekaligus untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa, antara lain kedisiplinan, tanggung jawab, percaya diri, dan kerja sama,” terangnya. (K5-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar