Padepokan Ki Hadjar Dewantara, Kota Yogyakarta

Rumah Pergerakan Itu Kini Jadi Kantor Rektorat

SM/Sugiarto : JADI KANTOR : Padepokan Ki Hadjar Dewantara kini menjadi Kantor Rektor UST Yogyakarta.(26)
SM/Sugiarto : JADI KANTOR : Padepokan Ki Hadjar Dewantara kini menjadi Kantor Rektor UST Yogyakarta.(26)

SEBAGAI seorang pejuang dan pahlawan, nama Ki Hadjar Dewantara memang tidak asing lagi bagi masyarakat dan rakyat Indonesia. Ia terkenal bukan hanya sekadar sebagai pahlawan pendidikan, tetapi juga sebagai pejuang tanpa pamrih hingga mendapat gelar Bapak Pendidikan.

Kepandaian dan hartanya diabdikan untuk rakyat serta bangsa. Seperti kepandaian beliau diabdikan lewat dunia pendidikan, sedangkan harta yang dimilikinya disumbangkan untuk kebesaran Tamansiswa demi kemajuan pendidikan serta ajaran budi pekerti. Dengan harapan, agar anak-anak bangsa bisa cerdas hingga bisa membangun bangsa yang sejahtera.

Citacita luhur Ki Hadjar Dewantara ini, hingga kini masih terus diperjuangkan oleh para pamong guru. Salah satu harta atau kekayaan yang disumbangkan kepada Tamansiswa, adalah tempat tinggal Ki Hadjar Dewantara yang terletak di sebelah utara Pendapa Tamansiswa, Jalan Tamansiswa, Yogyakarta. Rumah yang tidak begitu besar, namun asri itu kini menjadi Museum Dewantara Kirti Griya. Museum yang berisi sejarah dan perjalanan hidup Bapak Pendidikan itu, kini menjadi museum bersejarah bagi Tamansiswa.

Menurut Agus Purwanto, pemandu Museum Dewantara Kirti Griya, setelah rumah diserahkan kepada Tamansiswa, kemudian ia memilih tinggal di sebuah rumah di Jalan Kusumanegara. Rumah yang berada di pertigaan Jalan Kusumanegara tersebut, kemudian diberinama Padepokan Ki Hadjar Dewantara. Padepokan itu, sebagai tempat berkumpul para tokoh-tokoh nasional dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Bahkan Presiden pertama Ir Soekarno, juga pernah tinggal di sana. Kebetulan hubungan Ir Soekarno dan Ki Hadjar Dewantara cukup akrab, sehingga keduanya sering melakukan pertemuan di padepokan tersebut. Setelah wafat pada 1959, padepokan sebagian lahannya dibangun Univeritas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta.

Semua itu, juga demi kemajuan pedidikan melalui Tamansiswa. Padepokan Ki Hadjar Dewantara, sekarang menjadi bangunan kampus yang apik dan asri, namun dua bangunan kuno peninggalan Ki Hadjar Dewantara masih tetap berdiri utuh dan anggun sampai sekarang.

Berdiri Kokoh

Bangunan induk menghadap ke selatan, sedang rumah satunya berada di belakang rumah induk atau persisnya berada di halaman depan kampus pusat UST Yogyakarta. Rumah yang ada di belakang rumah induk itu, sekarang untuk Kantor Humas UST. Dua bangunan kuno peninggalan sejarah milik Ki Hadjar Dewantara ini, kini digunakan untuk kantor USTYogyakarta. Sedang bangunan yang depan, dipergunakan sebagai ruang kerja rektor. ‘’Jadi rumah itu, bagi keluarga besar Tamansiswa memiliki arti tersendiri. Baik rumah yang ada di depan maupun yang kami tempati ini memiliki sejarah bagi kami,’’jelas Reza.

Sementara bangunan kuno di belakang, digunakan untuk Kantor Humas USTYogyakarta. ‘’Dua bangunan kuno peninggalan sejarah ini, masih berdiri utuh tidak kami owah-owah,’’ ujar Sugiyamin, Kepala Promosi UST, kemarin.

Dua bangunan kuno di Kampus Pusat UST, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, ini hingga kini masih berdiri kokoh dan anggun. Bahkan bangunan berjendela kaca itu, mulai dari zaman kemerdekaan hingga sekarang ini belum berubah.(Sugiarto-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar