Menuju Jateng Satu

Warga Diimbau Nonton Bareng

Debat Pilgub

SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo akan menjadi tuan rumah debat kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Debat akan dilaksanakan di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kamis (3/5) ini.

Menurut rencana, debat dengan tema pelayanan publik dan perekonomian tersebut akan disiarkan langsung dua televisi swasta nasional mulai pukul 17.30 hingga 21.30. Komisioner KPU Jateng Dian Ariyanti menjelaskan, debat kedua Pilgub Jateng nanti akan digelar di Hotel Best Western.

Debat akan dibagi dalam lima segmen. Masingmasing segmen adalah pemaparan dan penajaman visi misi, segmen tanya-jawab-tanggap pertanyaan dari panelis, segmen tanya-jawab-tanggap pertanyaan dari masyarakat, segmen tanya-jawab-tanggap antarcagub, segmen tanya-jawab-tanggap antar cawagub, dan segmen pernyataan penutup.

”Dua televisi nasional yang akan menyiarkan secara langsung adalah TVOne dan Metro TV. Rencananya, ada lima panelis yang akan dihadirkan dalam debat kedua nanti,” jelasnya. Lima panelis yang dipilih KPU disesuaikan dengan bidangnya sesuai tema yang diangkat.

Hanya saja untuk saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan panelis itu siapa saja, termasuk materi yang akan ditanyakan oleh panelis saat ini masih rahasia. Yang jelas, lima panelis sudah menandatangani pakta integritas sehingga tidak akan membocorkan materi yang akan ditanyakan pada pasangan calon (paslon) peserta Pilgub Jateng.

Terkait dengan undangan, KPU menyatakan ada 440 undangan yang bisa masuk ke arena debat. Perinciannya, 100 pendukung masing-masing paslon, KPU di 35 kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kalangan disabilitas provinsi, serta kepala daerah se-Solo Raya.

”Kami juga sudah memberikan imbauan pada seluruh daerah hingga kelurahan sampai tingkat RTagar nonton bareng debat. Tujuannya apa, agar pemilih mengerti siapa yang akan mereka pilih pada Pilgub mendatang,” jelasnya.

Sebab, dari debat yang disiarkan langsung itu setidaknya pemilih bisa tahu sejauh visi misi para calon. ”Ini dalam rangka mengedukasi masyarakat agar tidak salah pilih dalam Pilgub nanti. Dengan memasifkan edukasi hingga tingkat desa diharapkan tidak terjadi friksi antar pendukung paslon serta penyelenggara meski ada pilkada,” ujarnya.(H46-67)


Berita Terkait
Loading...
Komentar