GTT/PTT Tuntut Honor Setara UMK

SM/Surya Yuli P : TUNTUT PERBAIKAN : GTT dan PTT TK, SD, SMP swasta dan negeri di Kota Salatiga mendatangi Balai Kota dan DPRD mengajukan tuntutan perbaikan kesejahteraan, kemarin.(22)
SM/Surya Yuli P : TUNTUT PERBAIKAN : GTT dan PTT TK, SD, SMP swasta dan negeri di Kota Salatiga mendatangi Balai Kota dan DPRD mengajukan tuntutan perbaikan kesejahteraan, kemarin.(22)

BALAI KOTA- Ratusan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di TK, SD, dan SMP di Kota Salatiga menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (2/5) pagi.

Mereka mendatangi Pemkot Salatiga dan DPRD Kota Salatiga. Aksi PTT dan GTT setelah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tersebut dilaksanakan dengan berjalan kaki tanpa suara. Unjuk rasa itu tidak diisi dengan orasi atau teriakan lainnya yang biasanya dilakukan saat berdemonstrasi. Meski demikian, aksi mereka mendapat pengawalan dari petugas Polres Salatiga, karena jumlah pesertanya banyak.

Sebagian besar GTT dan PTT tersebut mengenakan seragam Korpri dan PGRI, serta lainnya pakaian hitam-putih. Saat mendatangi Pemkot Salatiga mereka langsung duduk di halaman Balai Kota, sambil menunggu pejabat menemuinya.

Wali Kota Yuliyanto, Wawali Muh Haris, Sekda Fakruroji lalu mendatangi para GTT dan PTT tersebut. Wali Kota ikut duduk di lapangan dan mengajak dialog para pengunjuk rasa. Kedatangan Wali Kota Yuliyanto disambut dengan tepuk tangan GTT dan PTT. Eko Yunianto, salah satu guru, menyampaikan tiga tuntutan utama mereka, yakni legalitas mereka sebagai GTT dan PTT dengan Surat Keputusan Wali Kota. Lalu, mengusulkan peningkatan kesejahteraan berupa honor minimal sesuai upah minimum Kota Salatiga (UMK) karena beberapa di antara mereka honor tiap bulan kurang dari Rp 500 ribu. Mereka juga meminta pembatasan penerimaan GTT dan PTT dari TK hingga SMP. ''Kami berharap agar kepala daerah memenuhi tuntutan kami,'' kata Eko.

Insentif Naik Bertahap

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yuliyanto menjelaskan, bila berdasarkan aturan hukum perlu SK GTT dan PTT, maka Wali Kota akan segera menandatanganinya. Lalu, soal upah GTT dan PTT yang masih jauh di bawah UMK, Yuliyanto menjelaskan, Pemkot Salatiga sudah meningkatkan insentif guru secara bertahap.

Soal pembatasan GTT dan PTT sudah ada aturan mainnya, sehingga dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Sekretaris Dinas Pendidikan yang juga Plt Kadinas Pendidikan, Umi Limaningsih menambahkan, insentif GTT dan PTT sudah dinaikkan. Insentif itu di luar honor yang diberikan sekolah. Untuk GTT dan PTT sekolah negeri insentif dinaikkan dari Rp 250 ribu/bulan menjadi Rp 500 ribu/bulan. Sementara GTTdan PTTguru swasta sebesar Rp 300 ribu/bulan.

Setelah dilakukan dialog Wali Kota dan Wawali serta para pejabat menyalami satu persatu GTT dan PTT. Aksi dilanjutkan dengan datang ke Gedung DPRD. Mereka disambut Ketua DPRD Teddy Sulistio dan anggota DPRD lainnya. Dialog berlangsung di ruang tamu dengan cara lesehan.

Berbagai hal diungkapkan GTT dan PTT. Mereka berharap agar DPRD memberikan perhatian kepada mereka. Teddy Sulistio mengungkapkan, PTT dan GTT merupakan pahlawan pendidikan sehingga sudah sewajarnya mendapat insentif yang layak, minimal sebesar UMK. (H2-22)