Peringati Hari Buruh, Gelar Job Fair

DEMAK - Seribuan buruh di Kabupaten Demak mengisi peringatan Hari Buruh Nasional dengan menggelar berbagai kegiatan. Selain menggelar job fair, juga dilaksanakan dialog interaktif, menyantuni yatim, pengobatan gratis, dan donor darah, Selasa (1/5).

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Pancasila, Jalan Sultan Hadiwijaya, Kabupaten Demak itu diawali dengan pawai para buruh dari Mranggen, Sayung, Karangtengah, Mijen, Karanganyar, dan Gajah. Aksi bertema ”Kita Tingkatkan Produktivitas, Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja Menyongsong Revolusi Industri 4.0” itu digelar oleh Aliansi Buruh bekerja sama dengan Pemerintah.

Kegiatan itu juga dihadiri Brigjen TNI Agus Joesni (Kabinda Jateng), Brigjen Pol Ahmad Lutfi (Wakapolda Jateng), AKBPMaesa Sugriwo (Kapolres Demak), Letkol Inf Abi Kusnianto (Damdim 0716/Demak), Budi Wibowo (Asisten Administrasi Setda Jateng, dan Eko Pringgo Laksito (Kadinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Demak). Budi Wibowo mengatakan, para tenaga kerja harus terus menaikkan kompetensi, daya saing, dan produktivitas.

Untuk mendukung hal itu serikat pekerja perlu terus menciptakan ruang-ruang yang produktif dan konstruktif, seperti berdialog dan berkomunikasi agar kondisi hubungan industrial di Jateng kondusif. Satu hal yang tidak kalah penting, peran serikat pekerja hendaknya dapat terus mendukung peningkatan produktivitas dan kompetensi pekerja di Jawa Tengah.

Dia mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pekerja yang merayakan peringatan May Day dengan berbagai kegiatan positif, seperti medical check up, donor darah, job fair, dialog interaktif, bagibagi door prize. ”Kegiatan seperti ini tentu akan membuat relasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah semakin kuat, sehingga iklim usaha di Jateng makin sehat dan maju,” terangnya Hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha merupakan persoalan yang sangat kompleks dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak-pihak terkait. Masyarakat patut bersyukur, secara umum hubungan industrial di Jawa Tengah sampai saat ini dalam keadaan kondusif, harmonis, dan dinamis.

Hal itu berkat hubungan yang baik antara pemerintah, buruh, dan pengusaha. ”Hubungan Industrial seperti inilah yang harus terus kita jaga dan rawat bersama,” katanya. Sementara itu, dalam orasinya, perwakilan buruh sekaligus Ketua Aliansi Buruh Kabupaten Demak Jangkar Puspito mengatakan, perjuangan buruh di Demak masih banyak yang tertunda, terutama menyangkut upah minimum kabupaten masih belum terealisasi sepenuhnya. (H1-22)


Baca Juga
Loading...
Komentar