Dari Doa Bersama hingga Sungkem

Jelang UN di MI Tarbiyatul Aulad

SUASANA kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Aulad, Rabu (2/5), menjadi hening. Nurus Saíadah, guru kelas 6 MI Tarbiyatul Aulad mengajak para siswa untuk merenungkan apa yang telah mereka perbuat.

Para siswa diajak menyesali kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Tak hanya kesalahan kepada sesama teman dan guru, namun juga kepada orang tua mereka. Saat Nurus terus meminta para siswa merenungkan itu, air mata mulai membasahi pipi sejumlah siswa. Usai meminta para siswa merenungkan kesalahan yang diperbuat, Nurus mulai memimpin doa. Mereka meminta agar diberikan kelancaran saat mengikuti ujian nasional yang digelar, Kamis-Sabtu (3-5/5).

Usai berdoa, para siswa diajak sungkem ke guruguru di sekolah yang terletak di Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan itu. Selfi, salah satu siswa mengatakan, dirinya berharap diberi kelancaran dalam mengikuti ujian nasional. ”Saya dan teman-teman sekelas ingin lulus dan diberi kelancaran mengikuti UN. Semoga dapat nilai bagus,” ujarnya.

Guru Kelas 6 MI Tarbiyatul Aulad, Nurus Sa’adah mengatakan, doa bersama menjelang ujian nasional ini merupakan kegiatan rutin di sekolah tersebut. ”Setiap tahun, doa bersama digelar menjelang pelaksanaan UN. Semoga siswa-siswa diberi kelancaran saat mengikuti UN nanti,” ujarnya. (Zulkifli Z Fahmi-22)