Dua Orang Ditetapkan Tersangka Pungli Parkir Mijen

Aliran Dana Ditelusuri

SEMARANG SELATAN - Penyidik Tim Satgas Saber Pungli Kota Semarang menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan pungli retribusi parkir saat kegiatan Trial Game Aspahalt 2018 yang digelar di sirkuit Mijen pada Jumat (6/4) hingga Sabtu (7/4).

Mereka adalah Hanif, koordinator pengelola parkir dan Riski, koordinator pengelola stand dalam kegiatan tersebut. ”Ada enam orang yang sebelunya kami periksa, tiga dari pihak pengelola parkir di sirkuit tersebut dan tiga lainya dari pihak pengelola stand acara.

Dari hasil pemeriksaan akhirnya dua orang dari koordinator pengelola parkir Hanif dan koordinator pengelola stand Riski kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Ketua Satgas Saber Pungli Kota Semarang yang juga Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Sugiarto Silalahi, Rabu (2/5) siang.

Keduanya, terbukti bersalah karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 204 Pasal 7 ayat 2 huruf a dan b tentang penyelenggran dan retribusi parkir di tepi jalan umum. ”Mereka juga melanggar pasal 45 ayat 1 dan 2 Tahun 2012 tentang retribusi parkir,” ujarnya. Keduanya akan dikenai sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara dan denda maksimal Rp 5 juta. ”Proses Tipiring terhadap keduanya sudah dilakukan. Untuk saudara Hanif denda Rp 1 juta sementara Riski juga Rp 1 juta. Keduanya tidak ditahan,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya juga masih mengembangkan termasuk menelusuri aliran dana uang hasil parkir tersebut. Meski kedua tersangka tersebut sudah memberikan keterangan uang hasil parkir itu lari kemana. Namun saat disinggung apakah dana tersebut mengalir ke perangkat desa termasuk Camat Mijen Yenuarso, Enriko enggan membeberkan. ”Nanti saja lah itu masih kami sidik. Camat Mijen juga belum ke sini (datang untuk diperiksa- red), jadi belum bisa dikonfirmasi,” ungkapnya.

Masih Didalami

Penanganan Kasus tersebut bermula saat pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan pungli retribusi parkir di lokasi tersebut. Begitu mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian itu untuk melakukan pemeriksaan mendadak (sidak). ”Kami Tim Saber Pungli datang ke sana (sirkuit Mijen-red) pada Senin (9/4) untuk melakukan pengecekan terkait informasi itu (dugaan pungli-red) dan kami menemukan camat ada di lokasi itu,” ujar Enrico.

Saat dimintai keterangan, lanjut dia, camat mengaku kalau dia adalah koordinator parkir di sirkuit tersebut. Dari situ, pihaknya kemudian mengetahui kalau memang ada pungutan parkir saat kegiatan tersebut dengan pendapatan Rp 15.000.950. ”Pendapatannya Rp 15.000.950 selama kegiatan itu berlangsung, tapi uangnya diakui sudah habis digunakan untuk operasional seperti makan dan minum. Kalau sesuai perda no 3 tahun 2012, pasal 23, tarip roda dua Rp 1.000, tarif roda empat Rp 2.000. Tapi pada kegiatan tersebut untuk parkir di tarik Rp 5.000 untuk roda dua dan Rp 10.000 untuk roda empat,” paparnya.

Terkait pengelolaan parkir tersebut, Enriko menyebutkan, camat yang menjadi koordinator diserahkan ke lurah. Lalu lurah mencari orang untuk mengelola. ”Nah, siapa yang mengelola dan uangnya kemana saja, itu yang masih kami dalami,” tandasnya. (K44-61)