Pelaku Perampasan Ditangkap

Viral di Media Sosial

SEMARANG SELATAN - Setelah aksinya sempat viral di media sosial, pelaku perampasan di kawasan Banjirkanal Barat, Jalan Pusponjolo Selatan, Bojong Salaman, Semarang Barat ditangkap Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang, Selasa (3/4) sekitar pukul 17.00. Rizky Saputro (23), warga Jalan Karangingas, Tlogosari, Pedurungan dan W (17), ditangkap di rumah mereka pada senin (16/4) sekitar pukul 22.00. Korban perampasan, Hesti Kuswanti (41) dan suaminya Yoyok A Mulyo (43) saat itu melintas di Jalan Pusponjolo mengendarai mobil Toyota Livina.

Dalam penindakan tersebut petugas yang dipimpin Kasubnit I Resmob Polrestabes semarang Aiptu Janadi menyita mobil Honda Brio yang digunakan pelaku kakak beradik itu saat melancarkan aksinya.

Wakapolrestabes Semarang AKBPEnriko Sugiarto Silalahi mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait kejadian yang juga viral di media sosial. ”Ada Laporan terkait tindak pencurian dan kekerasan itu yang juga viral di media sosial karena terekam kamera warga. Dari situ kemudian kami lakukan penelusuran,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (2/5) siang.

Tak butuh waktu lama, lanjut dia, pihaknya berhasil mengindentifikasi pelaku hingga pemantuan terhadap gerak-gerik pelaku dilakukan. ”Kami pantau terlebih dahulu, setelah bukti cukup kami langsung lakukan penindakan. Dua pelaku kami tangkap, satu diantaranya masih dibawah umur. Mereka kakak adik,” ujarnya.

Terkait modus operandi kasus tersebut, Enriko membeberkan, dua pelaku bersama tiga rekannya yang mengendarai mobil Honda Brio turun dari kendaraan tersebut dan menghampiri mobil korban yang berada di depannya saat melaju di lokasi tersebut. ”Pelaku W turun pertama dan dikuti oleh Rizky dan tiga rekannya. W menghentikan mobil korban dan kemudian mengebrak bagian depan mobil korban dan meminta mereka untuk turun. Saat itu korban hendak pulang menuju ke rumahnya di daerah Pamularsih, Semarang Barat,” ungkapnya.

Begitu Yoyok dan Hesti turun dari mobil, W langsung memaki korban tersebut, hingga cekcok terjadi. Dalam posisi tersebut Rizky yang terpancing emosi menendang Hesti, hingga wanita itu jatuh. ”Yang terlibat dua orang (W dan Rizky-red) sementara tiga rekannya sempat melerai mereka. Tapi Rizky emosi dan menendang korban (Hesti-red). Saat jatuh W kemudian mengambil handphone korban,” jelasnya.

Dilakukan Spontan

Setelah itu, lanjutnya, kedua pelaku dengan bersama tiga rekannya masuk ke dalam mobil Honda Brio dan kabur meninggalkan lokasi tersebut. ”Handphone diambil, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi itu,” ujarnya.

Sementara itu Rizky Saputro mengaku, tindakan tersebut dilakukan secara spontan. Saat itu, dia yang melintas di lokasi tersebut bersama W dan tiga rekannya terjebak macet. Dalam posisi tersebut, W tiba-tiba emosi dengan mobil yang ada depan mereka. ”Mobil kami hentikan dan W langsung turun menghampiri mobil itu. Melihat itu saya ikut turun,” jelasnya.

W yang menghampiri mobi Livina yang dikendarai suami isrti itu langsung memukul bagian depan mobil korban. Dengan nada lantang W juga meminta korban turun dari mobil. ”Adik saya (W-red) sempat cekcok dengan mereka (korbanred). Tapi saya ikut emosi dan menendang yang wanita (Hestired),” katanya.

Saat bersamaan, lanjut dia, W meminta ponsel yang ada digenggaman tangan korban. ”Adik saya yang ambil handphone. Hanya spontan tidak ada rencana sama sekali,” ujarnya.

Adapun, ponsel tersebut kemudian dijual kepada rekan pelaku. Hingga akhirnya rekan pelaku yang bertindak sebagai penadah juga ditangkap. ”Ada dua orang yang juga kami tangkap, Aris Setiono (28) dan Mochamad Fathurrahman (27). Mereka bertindak sebagai penadah,” imbuh AKBPEnriko.

Dalam kasus itu, kedua pelaku dijerat Pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya paling lama 7 tahun penjara. ”Untuk tiga orang yang ikut di dalam mobil pelaku hanya sebatas saksi,” jelasnya. (K44-61)