Hari Ini, PLN Putus Aliran Listrik

Pasar Kobong Dibongkar Senin (7/5)

SEMARANG TIMUR - PT PLN akan mengamankan aset milik mereka yang ada di Pasar Kobong atau Pasar Rejomulyo Lama. Pengamanan aset tersebut berupa kabel sambungan rumah, alat pemutus, dan pembatas. Rencana itu dilakukan menyusul relokasi pedagang oleh Pemkot Semarang.

Pengamanan aset akan dilakukan bagi sepuluh pelanggan atau sepuluh meteran di Pasar Rejomulyo Lama. Dalam pengamanan aset itu, PLN akan memutus aliran listrik pada Kamis (3/5) pukul 08.00. Rencana pemutusan listrik akan dikawal personel Polsek Semarang Timur, Polrestabes, Kodim 0733/Kota Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Dinas Perdagangan Kota Semarang, dan Satpol PPKota Semarang. ”Ada rencana dari Pemkot untuk merobohkan bangunan Pasar Rejomulyo Lama dalam waktu dekat ini. Pengamanan aset PLN diperlukan guna menghindari pencurian oleh pihakpihak tak bertanggungjawab,” ujar Manajer PLN Rayon Semarang Tengah, Zuhdan, Rabu (2/5).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, pemutusan listrik dilaksanakan dalam usaha merelokasi pedagang di Pasar Rejomulyo Lama ke Pasar Rejomulyo Baru.

Pemkot menindaklanjuti hasil putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya yang menolak gugatan para pedagang. Mereka selama ini enggan direlokasi ke Pasar Rejomulyo Baru. ”Dinas Perdagangan hanya memiliki tugas untuk merelokasi pedagang. Lokasi tidak jauh dari tempat lama, berkisar 50 meter. Pasar Rejomulyo Lama merupakan aset Pemkot, rencananya akan digunakan untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau. Kami minta agar pedagang mematuhi putusan PTTUN Surabaya,” paparnya.

Fajar juga meminta, agar oknum- oknum tertentu tidak perlu membuat isu yang membatalkan pemindahan, sehingga proses relokasi berlarut-larut. Permintaan pedagang untuk membenahi Pasar Rejomulyo Baru juga telah dipenuhi Pemkot. Misalnya, pemasangan instalasi listrik, air, serta alas dasar bagi tempat dagang. ”Tidak usah menuntut hal-hal yang tidak masuk akal. Pembangunan pasar telah dianggarkan, tuntutan juga telah dipenuhi. Kami minta pedagang tidak usah mencari salah dan celah lagi dari Pemkot Semarang,” ujarnya.

Pembongkaran bangunan pasar rencananya akan dilakukan pada Senin (7/5). Jika pedagang tetap ngotot bertahan maka dianggap melanggar aturan. ”Mereka akan berhadapan dengan aparat. Sementara eksekusi berupa pembongkaran akan tetap dilaksanakan,” tandasnya. (ary- 61)


Berita Terkait
Loading...
Komentar