Call Center Gawat Darurat 112 Diluncurkan

Perlu Disiapkan Regulasi

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dipandu Kepala Diskominfo Kota Semarang, Nana Storada didampingi pejabat lain, mencoba layanan gawat darurat call center 112 seusai upacara HUT Kota Semarang ke-471 di Lapangan Balai Kota, Jalan Pemuda, Rabu (2/5). (61)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dipandu Kepala Diskominfo Kota Semarang, Nana Storada didampingi pejabat lain, mencoba layanan gawat darurat call center 112 seusai upacara HUT Kota Semarang ke-471 di Lapangan Balai Kota, Jalan Pemuda, Rabu (2/5). (61)

BALAI KOTA- Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Semarang ke-471, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meluncurkan layanan call center 112, Rabu (2/5). Nomor itu sebagai wadah pelaporan masyarakat Kota Semarang jika sedang berada dalam kondisi gawat darurat.

Melalui nomor layanan cepat itu, masyarakat tidak perlu menyimpan satu per satu nomor setiap layanan kegawatdaruratan yang disediakan Pemkot Semarang. Dengan menghubungi nomor telepon 112, masyarakat akan langsung terhubung dengan operator yang akan menyambungkan ke setiap call center layanan yang terkait.

Dalam peluncuran tersebut, wali kota yang akrab disapa Hendi itu langsung mencoba layanan call centerdengan menghubungi nomor 112 melalui ponselnya. Ketika terhubung oleh operator, Hendi diminta menyebutkan secara lengkap data pribadinya, mulai nama hingga nomor ponsel. Setelah operator mendapatkan data yang dibutuhkannya, barulah Hendi ditanya operator terkait pertolongan yang dibutuhkan. ”Saya mau minta tolong dipanggilkan Ambulans Hebat,” pinta Hendi.

Dirinya juga bertanya kepada operator terkait berapa lama ambulans akan datang ke alamat yang telah disebutkannya, yaitu di Balai Kota Semarang. Menjawab pertanyaan Hendi tersebut, operator Call Center 112 menjanjikan Ambulance Hebat akan tiba dalam lima menit. Setelah menutup telepon, politisi PDI Perjuangan itu menyatakan jika layanan Call Center 112 tersebut sudah siap digunakan oleh masyarakat Kota Semarang. Dirinya juga menuturkan, jika 112 akan menjadi muara seluruh inovasi layanan kegawatdaruratan yang diinisiasi oleh banyak instansi di Kota Semarang.

Lebih Mudah

”Seiring lahirnya berbagai inovasi layanan gawat darurat di Kota Semarang, pemkot jadi memiliki banyak nomor, ada 1500-132 untuk kesehatan, ada 1500-092 untuk kriminalitas, ada juga untuk pemadam kebakaran, dan seterusnya. Untuk lebih mempermudah masyarakat, nomor-nomor tersebut kita rangkum menjadi satu, dengan dibantu oleh operator,” paparnya.

Ditegaskan, kedepannya akan tetap dilakukan evaluasi terhadap layanan tersebut. ”Hari ini sudah bisa digunakan, dan akan kita evaluasi terus terkait kecepatan respon yang diberikan, targetnya pasti secepat mungkin untuk meminimalkan resiko,” jelasnya.

Pelayanan kegawatdaruratan 112 itu didukung PT Jasnita yang menjadi rekanan Pemkot Semarang. Direktur Jasnita, Welly Kosasih, mengatakan, layanan itu berstandar internasional di mana 80 negara sudah mengaktifkannya. Layanan itu gratis untuk penelpon. Meski tidak ada sinyal, tidak ada simcard tetap bisa ditelpon.

Kota Lunpia, kata dia, menjadi kota yang ke-16 mengaktifkan layanan itu, dan merupakan yang keenam yang menjalankan sendiri. Welly menambahkan, masingmasing daerah wajib menyediakan operator sendiri, untuk melayani warganya. ”Penetapan 112 sebagai layanan tunggal panggilan gawat darurat sesuai dengan Permenkominfo nomor 10 tahun 2016. Setelah ini perlu disiapkan regulasinya, misal perwal yang mengatur operasional dan SOP-nya. Layanan ini melibatkan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karenanya perlu petunjuk teknis dan prosedur kerjanya,” harapnya. (K18,res,dni-61)


Berita Terkait
Komentar