Gerobak Batja Jadi Ikon Kota

Sediakan Buku Bacaan hingga Pembayaran Kartu Kredit

MENGAKSES KORAN : Pengunjung mengakses koran Suara Merdeka, dipandu Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Cyber, Setiawan Hendra Kelana, di Balai Kota, Jalan Pemuda, kemarin. (61)
MENGAKSES KORAN : Pengunjung mengakses koran Suara Merdeka, dipandu Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Cyber, Setiawan Hendra Kelana, di Balai Kota, Jalan Pemuda, kemarin. (61)

BALAI KOTA - Jika biasanya gerobak keliling menjajakan makanan, seperti bakso, mi ayam, atau satai, berbeda dengan gerobak satu ini. Bukan makanan yang terpajang di dalamnya, melainkan buku bacaan untuk anak sekolah, terutama buku-buku pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK.

Gerobak tersebut hasil karya dari Suara Merdeka Network (SMN) dan Alumni SMA3 Semarang Angkatan 99 (Alste 99). Gerobak itu dijadikan perpustakaan keliling yang ditempatkan di ruang publik dengan nama Gerobak Batja. Siapapun boleh memanfaatkan gerobak tersebut, gratis. Tujuannya semata-mata ingin meningkatkan minat baca anak Indonesia.

Gerobak Batja diharapkan dapat menjadi pendorong sumber literasi Indonesia dan ikon baru Kota Semarang. Slogannya ”Gerobak Baca untuk Indonesia Cerdas”. ”Ini merupakan salah satu konsep bergerak bersama. Kerja secara gotong royong telah dilakukan oleh teman-teman dari SMN,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (2/5).

Gerobak Batja akan ditempatkan di beberapa ruang publik di Semarang, seperti Taman Srigunting, Masjid Baiturrahman, DP Mal, Bandara Ahmad Yani, Stasiun Poncol, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), SMK Negeri 7, Mal Ciputra, kantor Gubernuran, dan Balai Kota Semarang.

Pelayanan Pembayaran

Wali Kota mengatakan, adanya Gerobak Batja, anak-anak yang ada di daerah pinggiran bisa mendapatkan buku dengan mudah. Selain sebagai jendela dunia, melalui Gerobak Batja juga terdapat beberapa pelayanan yang bisa dipakai. ”Kami sangat berterima kasih kepada SMN dan Alste karena telah membantu mencerdaskan anak bangsa melalui Gerobak Batja,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Tak hanya sebagai ruang membaca, Gerobak Batja juga bisa digunakan untuk pelayanan pembayaran. Sebut misal PLN post paid (pascabayar), PLN prepaid (prabayar), Telkom fixed line speedy, tarik tunai, setor tunai, fund transfer, multi finance (WOM, MCF, MAF, BAF), serta bayar kartu kredit. Selain itu, pembayaran seluler pascabayar dan prabayar juga bisa dilakukan. Pendiri dan Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid), Paulus Pangka, mengapresiasi konsep perpustakaan keliling dengan menggunakan gerobak. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu cara unik untuk membantu meningkatkan literasi di Indonesia. ”Konsep seperti ini adalah kali pertama di Indonesia. Saya sangat mengapreasiasi keberadaan Gerobak Batja di tengah masyarakat Semarang ini,” ujar Paulus Pangka.

Gerobak Batja secara simbolis diserahkan CEO SMN, Kukrit Suryo Wicaksono, kepada Wali Kota pada upacara Peringatan Hari Jadi Kota Semarang Ke- 471, di di halaman Balai Kota Jalan Pemuda No 148. Gerobak Batja juga akan ditempatkan di salah satu sudut halaman Balai Kota. (res-61)

 


Berita Terkait
Komentar