Kejaksaan Masih Punya PR

JAKARTA - Kejaksaan RI dibawah pimpinan M Prasetyo dalam periode ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang mesti segera diselesaikan. Karena itu Prasetyo menegaskan, meskipun sejumlah prestasi telah berhasil diraih, jajarannya tidak boleh berbangga dan berpuas diri.

”Kejaksaan belum menerapkan penetapan perjanjian kerja (PK) secara berjenjang dan menyeluruh sampai tingkat unit kerja kejaksaan negeri, melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian perjanjian kerja secara berkala dan tersistem sejalan dengan monev (monitoring dan evaluasi) realisasi keuangan sampai pada tingkat unit kerja kejaksaan negeri,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara bimbingan teknis di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan, Jakarta Selatan, kemarin.

Selain itu, dia juga menilai pihaknya juga masih harus mengembangkan sistem informasi akuntabilitas kinerja berbasis elektronik (e-sakip), peningkatan kualitas SDM, dan meningkatkan kualitas evaluasi internal akuntabilitas kinerja.

Dia menjelaskan, rencana strategis, rencana kerja, perjanjian kerja, laporan kinerja dan indikator kinerja utama serta rencana kerja dan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan laporan keuangan merupakan dokumen akuntabilitas dan dokumen keuangan yang berhubungan kausalitas satu sama lain.

”Secara praktis, isi dokumen-dokumen tersebut terkait dengan formulasi sasaran strategis lembaga, yang selanjutnya diturunkan dalam formulasi sasaran program dan diturunkan lagi dalam formulasi kegiatan-kegiatan yang akan menghasilkan output dan outcome,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, secara normatif proses pelaksanaan kegiatan memerlukan pembiayaan sebagaimana tertuang dalam rencana kerja dan anggaran kementerian. ”Pelaksanaan atas dokumen akuntabilitas maupun dokumen keuangan dimaksud akan dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan akuntabilitas dan laporan keuangan kementerian atau lembaga,” katanya.

Menurutnya, proses penyusunan dokumen-dokumen tersebut juga harus mendasarkan arah kebijakan pembangunan pemerintah baik dalam periode lima tahunan maupun periode satu tahunan. (K24-56)


Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar