Pemerintah Galakkan Padat Karya Tunai

MAGELANG - Pemerintah tengah membangun infrastruktur seperti bendungan, jembatan, maupun jalan tol di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan yang pemanfaatannya dua sampai tiga tahun lagi.

Di sisi lain, masyarakat desa ingin segera mendapat uang untuk mencukupi kebutuhan hidup. ‘’Karena itu, kini ada padat karya tunai,’’ kata Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR), Ir Imam Santoso MSc pada pembukaan proyek Padat Karya Tunai (PKT), di Plumbon, Desa/Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Rabu (2/5).

Dia menjelaskan, sejak Januari sedang berlangsung proyek PKT se-Indonesia senilai Rp 11,2 triliun. Proyek sumber daya alam di 5.000 lokasi didanai Rp 1,2 triliun, pemeliharaan sungai atau irigasi Rp 2,1 triliun.

Di Jateng ada 545 lokasi dengan biaya Rp 102 miliar dan di Kabupaten Magelang ada 25 lokasi dengan biaya Rp 5,6 miliar. Proyek PKT dana dibayarkan langsung melalui ketua kelompok atau perkumpulan petani pemakai air (P3A) di masing-masing pekerjaan, dengan syarat yang sudah memiliki badan hukum dan disahkan oleh bupati dan notaris.

Dengan demikian, stimulan dari proyek PKT itu langsung bisa dinikmati masyarakat. Sementara pekerjaan membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan dengan pembayaran secara harian. Setiap lokasi pekerjaan melibatkan 50- 100 pekerja.

Lebih Cerdas

Dia memberikan gambaran di sebuah lokasi pekerjaan, dana Rp 195 juta untuk upah pekerja dan Rp 35 juta untuk fasilitator. Pjs Bupati Tavip Supriyanto berterima kasih kepada Kementerian PU PR, sebab dengan adanya proyek PKT bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya yang membutuhkan ketercukupan untuk kebutuhan hidup mereka.

‘’Harapan kami saluran irigasi di wilayah Grabag menjadi bagus, produksi panen juga meningkat, sehingga kesejahteraan rakyat semakin baik,’’katanya. Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi, yang hadir dalam acara itu berpendapat, dengan adanya proyek PKT mendidik rakyat untuk lebih cerdas, terutama dalam bergotong royong.

Sebab, proyek tersebut dikerjakan secara bersama-sama. Kepala Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBSSO), Ir Tri Bayu Aji menjelaskan, 25 desa yang mendapat program PKT bersama P3A, di antaranya Desa Gondosuli, Sedayu, Sukorini, Sriwedari (Kecamatan Muntilan), Desa Grabag, Pucangsari (Grabag), Desa Bondowoso, Pasuruan (Mertoyudan).

Kemudian Desa Blondo (Mungkid), Desa Sidorejo (Tegalrejo), Desa Srumbung, Polengan (Srumbung), Desa Krogowanan (Sawangan), Desa Salam, Somokerto (Salam), Desa Jamus Kauman (Ngluwar), Desa Salaman, Kebonrejo, Sawangargo (Salaman), Desa Candisari (Windusari), Banyuwangi (Bandongan), Ngargosari (Kajoran), dan Desa Ngendroliko (Kaliangkrik). (yon-27)