Alumnus Undip Berbagi Pengalaman Sukses

SEMARANG - Perkuliahan di dalam kampus seutuhnya mendidik sikap, karakter dan kemampuan akademik mahasiswa. Namun begitu, untuk bisa mendobrak dunia kerja, masih banyak hal yang dibutuhkan lulusan kampus. ''Misalnya, keberanian, menumbuhkan semangat pantang menyerah juga berani membuat terobosan.

Berbagai hal itu aku dapatkan setelah lulus kuliah dan keluar dari zona nyaman,'' tutur alumnus Undip, Mada Ayu Habsari, saat didaulat berbagi pengalaman di hadapan mahasiswa kampus tersebut, baru-baru ini. Forum ini bagian dari program yang dijalankan Direktorat Komunikasi dan Hubungan Alumni Undip.

Muaranya selain kian mendekatkan alumni dengan almamater juga untuk berbagi kiat sukses menembus pasar kerja. Mada Ayu, adalah satu dari sekian banyak lulusan Undip yang mendulang kisah sukses. Lulusan Fakultas Ilmu Budaya Tahun 1997 itu tercatat sebagai pengusaha kampiun, Founder dan CEO PT Enertec Enviromate.

Perusahaannya beraset miliaran rupiah dari bisnis yang dijalankan. Forum berbagi pengalaman yang digelar di Resto De Lasco ini sekaligus dihadiri Direktur Komunikasi dan Hubungan Alumni, Mujid F Amin, Wakil Direktur, Dr Abdul Syakur, hingga Ketua Paguyuban Pengelola Beasiswa Alumi Undip, Dharmawan ''Padahal kalian tahu tidak, sebelum boleh dibilang sukses, saya semasa kuliah tak malu jualan rempeyek dan gorengan.

Kenapa harus malu, karena kepepet butuh uang untuk membeli lipstik,'' tutur perempuan berperawakan ramping itu sambil terkekeh. Wanita itu mengaku sedari dulu tak pernah takut keluar dari zona nyaman.

Keberaniannya ini juga yang akhirnya mengantarnya ke tangga kesuksesan. Dia pun berpesan dalam menjalani kehidupan nyata di tengah masyarakat lulusan kampus harus menghilangkan gengsi pribadi.

Butuh kerja keras dan usaha nyata untuk bisa merebut impian. Buktinya, dia telah merasakan kiat ke luar dari zona nyaman untuk dapat menggenggam karier tertinggi di dunia bisnis. Ketua Paguyuban Pengelola Beasiswa Alumi Undip, Dharmawan, mengakui kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Tak kurang pihaknya mendukung penuh.

Dia juga mengemukakan sebanyak 360 orang donatur yang merupakan alumni Undip dari berbagai jurusan siap membantu almamaternya. Bahkan paguyuban ini dibentuk juga untuk membantu para adik kelas sesama almamater. Sejauh ini sebanyak 60 mahasiswa penerima manfaat dengan total uang yang telah disalurkan mencapai Rp 500 juta.(H41-34)