LINTAS JAGAT

Museum Akui Koleksinya Palsu

PARIS - Berita mengejutkan datang dari sebuah museum di selatan Prancis, Etienne Terrus. Melalui otoritas pemerintah daerah setempat, disampaikan bahwa setengah koleksi dari museum tersebut adalah palsu. Dilansir dari The Guardian, wali kota setempat menyatakan apa yang terjadi di Etienne Terrus adalah sebuah ”malapetaka”. Museum Etienne Terrus terletak di Kota Perpignan.

Museum yang sempat ditutup itu dibuka kembali oleh sebuah komunitas kecil dari luar Perpignan. Pembukaan kembali Etienne Terrus untuk menghormati karya-karya seniman lokal yang lahir pada 1857 dan meninggal pada 1922, Etienne Joseph Mathieu Terrus.

Sebelum dibuka, terlebih dahulu museum itu direnovasi besar-besaran. Hanya saja kemudian seorang sejarawan seni yang datang ke museum tersebut, Eric Forcada, menemukan bahwa hampir 60 persen koleksi museum tersebut palsu.

Total karya seni di Museum Etienne Terrus adalah 140 buah, 82 di antaranya diyakini palsu. ”Etienne Terrus merupakan pelukis hebat di Elne. Dia bagian dari komunitas, dia adalah pelukis kami,” ujar Wali Kota Yves Barniol.

Eric Forcada mengatakan telah melihat langsung koleksi di museum dan meyakini koleksi-koleksi itu adalah palsu namun meminta ada investigasi lebih lanjut untuk membuktikan temuannya. (guardian-25)

 

 

 

Ulat Bulu Beracun ”Serang” London

LONDON - Pemerintah Kota London memperingatkan warganya akan wabah ulat bulu beracun yang dapat menyebabkan serangan asma, muntah-muntah, dan ruam kulit. Serangga ngengat ek (OPM) dalam stadium larva ditemukan di sekitar Inggris bagian tenggara dan ibu kota.

Menurut Forestry Commission, bulu di tubuh ulat tersebut dapat menyebabkan demam serta iritasi mata dan tenggorokan. Lembaga kehutanan itu mengeluarkan peringatan agar warga tidak menyentuh spesies tersebut. Gangguan terbesar ulat tersebut tercatat di London Raya. Penyebarannya juga ditemukan di Hutan Bracknell, Slough, dan Guildford.

Larva atau ulat OPM ditemukan menetas dari telurnya pada pertengahan April 2018. Seorang tukang kebun yang tengah mengurus lahan tidak menyadari bahwa pohon ek di atasnya telah dirundung OPM.

”Gejala pertama adalah ruam pada perut saya. Saya tidak menyadari apa penyebabnya dan awalnya menduga itu herpes,” katanya. Dalam stadium larva, setiap OPM memiliki 62.000 rambut atau bulu, yang bisa mereka lepas.

Bulu yang jatuh ke tanah dapat aktif selama lima tahun. Spesies ini diduga terbawa ke Inggris bersama pohon yang diimpor dari Eropa untuk proyek lansekap. (bbc-25)

 

 

 

Hiu Paus Migrasi Sejauh 19.000 Km

KOTA PANAMA - Seekor hiu paus (Rhincodon typus) memecahkan rekor dalam hal jarak migrasi terjauh. Hiu paus itu bermigrasi melintasi Samudra Pasifik sejauh 12.000 mil (sekitar 19.312 km). Hiu paus itu diberi nama Anne oleh sejumlah peneliti.

Anne bermigrasi dari dekat Panama di tenggara Pasifik menuju ke area dekat Filipina di Indo- Pasifik. Pakar dari Institusi Penelitian Tropis Smithsonian mengikuti sinyal hiu paus itu dari perairan Panama melewati Pulau Clipperton dan Pulau Cocos di Costa Rica.

Setelah diikuti selama 266 hari, sinyal Anne menghilang saat dia berada di laut yang dalam, sebelum akhirnya kembali terhubung 235 hari kemudian di sebelah selatan Hawaii.

Dia kemudian menuju ke Palung Marianas, sebuah ngarai di dasar samudera tempat sutradara James Cameron menemukan titik terdalam bumi yang hampir 11 km ke bawah permukaan laut. Perjalanan Anne yang berhasil dicatat menjadi bukti pertama dari migrasi hewan hiu paus.

Ahli Biologi Laut Hector Guzman yang pertama menandai Anne di dekat Pulau Coiba di Panama menyatakan, para ahli hanya mendapat sedikit informasi tentang mengapa hiu paus bermigrasi.

Studi genetika menunjukkan hiu paus di seluruh dunia mengharuskan mereka melakukan perjalanan jarak jauh untuk kawin. Seekor hiu paus betina dewasa dapat melakukan perjalanan sekitar 40 mil (64 km) per hari dan dapat menyelam lebih dari 1.900 meter. (dtc-25)


Baca Juga
Komentar