• KANAL BERITA

Dua Ledakan Renggut 8 Wartawan di Kabul

KABUL - Ledakan yang diduga merupakan serangan bom bunuh diri di ibu kota Afganistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 26 orang, termasuk delapan wartawan yang baru tiba untuk meliput sebuah ledakan sebelumnya, Senin (30/4).

Juru bicara Kepolisian Kabul, Hasmat Stanikzai, mengatakan ledakan kedua ditargetkan terhadap jurnalis di lokasi yang sedang meliput ledakan pertama.

”Pelaku menyamar sebagai wartawan dan meledakkan diri di antara kerumunan,” paparnya, Selasa (1/5). Komisi Keselamatan Jurnalis Afganistan (AFJSC) mengonfirmasi, delapan wartawan tewas akibat ledakan di Kabul itu.

Ini merupakan jumlah korban wartawan tewas terbanyak dalam satu serangan di Afganistan. Delapan wartawan yang tewas, termasuk satu wartawan wanita, semuanya berkewarganegaraan Afganistan. Seluruh wartawan itu tewas akibat ledakan kedua.

Ledakan kedua terjadi saat para wartawan berkumpul di barikade keamanan, yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi ledakan pertama. Ledakan kedua terjadi sekitar setengah jam setelah ledakan pertama.

Serangan yang terjadi sepekan setelah ledakan di sebuah pusat pendaftaran pemilih yang menewaskan 60 orang di Kabul tersebut memperlihatkan peningkatan kerawanan kendati pemerintah berulang kali berjanji memperketat keamanan.

Beberapa jam setelah insiden di Kabul itu, sebuah serangan bom bunuh diri terhadap konvoi kendaraan militer asing di Provinsi Kandahar menewaskan 11 anak yang sedang belajar di sebuah sekolah di dekat lokasi kejadian. ”Serangan-serangan ini mengakibatkan penderitaan yang mendalam.

Saya sangat mengecam serangan yang sepertinya juga sengaja menyasar wartawan tersebut,” kata Tadamichi Yamamoto, pejabat tinggi PBB di Afganistan, Selasa (1/5). Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengecam keras serangan bom tersebut.

”Kendati ada serangan bom barbar tersebut, geliat media massa yang telah berkembang sangat baik Afganistan tidak akan mengendur,” tegasnya. (rtr-sep-25)


Baca Juga
Komentar