Kuliah Daring Jadi Tantangan

Muhdi Kembali Pimpin UPGRIS

SM/Arie Widiarto : PENGUKUHAN REKTOR : Dr Muhdi SH MHum menandatangani surat pengukuhan sebagai rektor UPGRIS periode 2018-2022 disaksikan Ketua Pembina YPLPPT PGRI Semarang Dr Sudharto MA di aula lantai 7 kampus Jl Sidodadi, Semarang, Senin (30/4). (55)
SM/Arie Widiarto : PENGUKUHAN REKTOR : Dr Muhdi SH MHum menandatangani surat pengukuhan sebagai rektor UPGRIS periode 2018-2022 disaksikan Ketua Pembina YPLPPT PGRI Semarang Dr Sudharto MA di aula lantai 7 kampus Jl Sidodadi, Semarang, Senin (30/4). (55)

SEMARANG - Perguruan tinggi di Jateng diminta untuk bersiap menghadapi era baru dalam perkuliahan yakni kuliah jarak jauh atau kuliah daring.

Sebab, tahun ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) akan menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ). ''Kebijakan ini akan menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan untuk merespons dunia digital yang bergerak begitu cepat,'' ungkap Koordinator Kopertis VI Jawa Tengah Prof Dr DYP Sugiharto saat menghadiri pelantikan Dr Muhdi SH Mhum sebagai Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) periode 2018-2022 di aula lantai 7 kampus Jl Sidodadi, Semarang, Senin (30/4).

Pelantikan tersebut merupakan periode kali kedua bagi Muhdi sebagai rektor. Pengukuhan dan pelantikan Dr Muhdi SH MHum sebagai rektor dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Semarang Dr Sudharto MA. Hadir dalam acara tersebut Pengurus PGRI Pusat Supardi dan Ketua PGRI Jateng Widadi.

Lebih lanjut Sugiharto menegaskan loncatan teknologi ini juga mesti menjadi perhatian bagi Perguruan Tinggi (PT) di Jateng. Sebab, ke depan jumlah mahasiswa yang tertarik untuk kuliah di sebuah PT pertimbangannya bukan lagi gedung yang megah namun juga melihat fasilitas perkualiahan jarak jauhnya.

Langkah Awal

''Perkuliahan online merupakan langkah awal untuk menyambut Revolusi Industri 4.0. Pemerintan sendiri terus mendorong semua perguruan tinggi mampu menyelenggarakan kuliah nontatap muka ini,'' tegasnya.

Dijelaskan, perkuliahan daring berbeda dari kuliah yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT). Perkuliahan daring bisa mengintegrasikan mata kuliah antarkampus. ''Kecakapan dan visi rektor dalam menyambut era disrupsi TIK menjadi hal yang paling mendasar. Pemimpin perguruan tinggi harus mulai mengidentifikasi mata kuliah apa saja yang akan tetap diajarkan dan harus segera ditinggalkan,'' jelasnya.

Rektor UPGRIS Muhdi menyatakan pihaknya siap menyambut sistem perkulian daring ini. Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Tanah Air akan menggandeng LPTK lain yang memiliki mata kuliah sama yakni bidang keguruan. ''Secara teknologi kami juga sudah siap, termasuk dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Hal-hal seperti ini sudah kami antisipasi,'' jelas Muhdi.

Ia menambahkann sebagai perguruan tinggi yang memiliki peringkat 10 besar di Jateng dan 100 besar di tingkat nasional ini juga siap untuk mengaplikasikan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) seperti yang diinstruksikan dan diprogramkan Kemenristekdikti. Bahkan, PIN akan diterapkan pada pelaksanaan wisuda yang digelar UPGRIS pada 7 Mei 2018 mendatang. Penomoran pada ijazah itu secara langsung dan otomatis terkoneksikan dengan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (Sivil) dan setiap lulusan nantinya bakal memiliki nomor sendiri sesuai standar nasional pendidikan tinggi. ''Kami akan masuk serta memanfaatkan perubahan itu. Termasuk juga yang menjadi tantangan kepada UPGRIS berkait ijazah bersistem PIN tersebut. Kami sudah bisa pastikan, kami sudah gunakan PIN tersebut pada ijazah lulusan pada tahun ini, khususnya pada 7 Mei 2018 ini,'' tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pembina YPLP PT PGRI Semarang Dr Sudharto MA menyatakan, pengukuhan Muhdi sebagai rektor setelah melalui berbagai pertimbangan serta evaluasi dari setiap perkembangan yang telah dicapai. ''Kami menilai dari evaluasi ada keberhasilan dengan indikator prestasi-prestasi yang berhasil dicapai. Meski demikian juga ada kekurangan yang kami harapkan bisa diperbaiki dalam kepemimpinan periode mendatang,'' jelas Sudharto. (G2-34)


Berita Terkait
Loading...
Komentar