Pengusaha Perlu Waspadai Pelemahan Rupiah

SM/Yusuf Gunawan : PUKUL GONG : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, memukul gong dalam pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tengah Kadin Indonesia di Hotel Alila, Solo, Senin (30/4). (55)
SM/Yusuf Gunawan : PUKUL GONG : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, memukul gong dalam pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tengah Kadin Indonesia di Hotel Alila, Solo, Senin (30/4). (55)

SOLO - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pengusaha mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebab, kondisi ini diprediksi berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. ”Perusahaan-perusahaan yang produksinya menggunakan raw material (bahan baku), tentu paling terdampak. Misalnya industri farmasi dan obat-obatan, atau makanan dan minuman,” terang Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, di sela-sela Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Tengah Kadin Indonesia di Hotel Alila, Solo, Senin (30/4).

Awal pekan ini, nilai tukar rupiah hampir menyentuh Rp 14.000 per dolar AS. Meski Rosan meyakini pemerintah tengah berupaya agar kondisi tersebut tidak bertambah parah, ia yakin tekanan terhadap rupiah ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. ”Apalagi kenaikan impor kita tahun ini mencapai 20 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan ekspor yang berkisar sembilan persen,” jelasnya.

Rosan mengakui, pelemahan nilai tukar rupiah ini tetap menguntungkan sebagian pelaku usaha. Misalnya pengusaha di sektor pertambangan, sebagai contoh batu bara, yang sebagian besar hasil produksinya digunakan memenuhi pasar luar negeri. ”Namun pelaku usaha mengharapkan pergerakan rupiah ini bisa lebih stabil. Sebab jika (kurs) naik-turun terlalu lebar, susah bagi pelaku usaha untuk membuat perencanaan,” urainya.

Memberi Solusi

Sementara itu saat membuka Rapimwil, Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengajak para pengusaha memberikan solusi atas tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.

Apalagi ia menilai, penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dibarengi peningkatan suhu politik menjelang Pemilu 2019. Keduanya dianggap memengaruhi dunia investasi dan perdagangan. ”Saat ini daya beli masyarakat sedang terpuruk. Tapi kami yakin, Kadin bisa menjadi solusi untuk berbagai permasalahan ekonomi bangsa ini,” tandasnya.

Kukrit pun berharap, Rapimwil mampu menjadi sarana optimalisasi komunikasi antarpengusaha dan terciptanya sinergi pemangku kepentingan di tiap daerah. ”Jadi kita harus memikirkan solusi terbaik. Bukan hanya untuk ekonomi di Jakarta, melainkan juga di daerah,” katanya.

Pemprov Jateng pun meminta Kadin membantu pengembangan UMKM. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Arif Sambodo, pelaku UMKM di Jateng masih sulit mengembangkan pasar dan mengakses modal. ”Keterbatasan informasi, kurangnya keterampilan dan kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi penyebab sulitnya UMKM berkembang,” terang dia. (H73-19)


Baca Juga
Komentar