Pengawasan Rel untuk Railbus Diminta Diperketat

SUKOHARJO - Pengawasan terhadap lintasan rel milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang digunakan railbus Bathara Kresna di Kabupaten Sukoharjo diminta diperketat menjelang arus mudik.

Dari pengamatan di lapangan, ada sejumlah titik yang dilewati kereta senilai Rp 16,8 miliar dari mulai Kecamatan Mojolaban, Bendosari, Sukoharjo hingga Nguter itu sering digunakan untuk bermain anak-anak seperti di kawasan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban. Hal itu membahayakan. Apalagi jika perjalanan railbus ditambah saat libur Lebaran. "Pengawasan harus lebih ketat lagi. Papan peringatan soal larangan bermain di lintasan rel belum ada," kata Suparno (52), warga setempat, Selasa (1/5).

Warga lain, Marwan (39), membenarkan, ada sejumlah titik di Kecamatan Mojolaban yang sering digunakan anak-anak untuk bermain, terutama saat pulang sekolah. Selama ini hanya ada papan peringatan bagi pengendara yang dipasang di pintu perlintasan. Namun untuk papan peringatan soal larangan bermain belum ada. "Di Desa Gadingan, warga sering mengusir jika ada sekumpulan anak yang bermain di sekitar lintasan rel," jelas dia.

Camat Mojolaban Iwan Setiyono mengaku, berkali-kali mengimbau dalam forum agar pemerintah desa meneruskan pada orang tua. Mengingat selama ini masalah lain seperti menjemur di lintasan rel sudah jarang ditemukan. Namun masih ada anak-anak yang sepulang sekolah sering ditemukan bermain di lintasan rel. "Padahal saat itu ada perjalanan railbus. Ada beberapa perjalanan pulang pergi (PP) Solo-Wonogiri. Orang tua masing-masing harus lebih peka," harapnya.

Pejabat Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto menerangkan, setiap hari ada petugas yang melakukan penyisiran di sepanjang lintasan rel. Tidak hanya di lintasan bagi kereta komersil di Kecamatan Baki dan Gatak, tetapi juga bagi lintasan rel untuk kereta perintis yang berkecepatan 30 km/jam. "Soal pengawasan pasti akan lebih ketat menjelang hari-hari padat ke depan atau arus mudik. Namun soal jam operasional railbus ditambah masih dikaji," kata dia. (H80-60)


Berita Terkait
Komentar