Buruh Harus Tetap Bersatu

SOLO - Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Surakarta Hudi Wasisto berpesan kepada buruh agar tetap berjuang dan bersatu padu melawan arogansi pengusaha nakal yang tidak mau membicarakan perselisihan dengan para buruh. “Kami juga meminta pemerintah lebih meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di Kota Solo dengan adanya pelanggaran norma kerja maupun undang-undang ketenagakerjaan,” kata dia, Selasa (1/5).

Sebelum menggelar jalan sehat bersama Pemkot Surakarta, BPJS Ketenagakerjaan, Apindo, dan asosiasi pekerja lainnya, Selasa (1/5), malam sebelumnya SPN melakukan dialog dengan sejumlah pemangku kepentingan yang terkait dengan perburuhan.

Dialog bertema “Penyelesaian Perselisihan Ketenagakerjaan” itu bertujuan agar penyelesaian perselisihan pekerja dan pengusaha segera bisa mencapai penyelesaian yang berkeadilan. A

da pun tuntutan SPN di Solo adalah peningkatkan kesejahteraan buruh, penerapan struktur dan skala upah, penegakkan aturan ketenagakerjaan, serta revisi UU No 2 tahun 2004 tentang peradilan hubungan industrial yang dinilai terlalu mahal bagi buruh. “Kami ingin tuntutan kami bisa langsung didengar pemerintah tanpa harus melakukan aksi demonstrasi. Kami mencoba untuk langsung berdialog dengan stakeholder supaya tuntutan kita bisa langsung didengar,” kata dia.

Makin Harmonis

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Surakarta Wahyu Haryanto mengapresiasi ruang dialog yang diadakan SPN Kota Surakarta setiap menyambut perayaan May Day dan menjadi tradisi SPN dalam menyampaikan aspirasi sehingga bisa didengar langsung oleh para stakeholder. Baik itu Dinas Tenaga Kerja, Apindo, pengawas tenaga kerja, bahkan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut dia, ruang dialog itu bisa menjadi sarana komunikasi antara pekerja yang tergabung di SPN untuk disampaikan kepada intitusi lain sebagai pemangku kepentingan. “Dari dialog dengan SPN ini akan menjadi masukan bagi Apindo Surakarta untuk mencari solusi terhadap permasalah yang ada,” kata Wahyu.

Sementara itu Ketua Apindo Kota Surakarta Baningsih berharap, hubungan para pengusaha di Solo yang tergabung dalam Apindo dengan para buruh yang tergabung dalam serikat semakin harmonis.

Dengan adanya hubungan harmonis itu otomatis akan membuat Kota Solo semakin kondusif. Sehingga para buruh bisa bekerja dengan nyaman dan para pengusaha bisa menjalankan perusahaan dengan baik. “Solo harus beda. Kalau tahun lalu Apindo dan para serikat pekerja bisa duduk bersama dan makan bersama, tahun ini dan selanjutnya kita buat jalan sehat bersama para pekerja,” kata Baningsih.(G8-21)


Berita Terkait
Komentar