Mobil Listrik Wakili Indonesia di Jepang

Kontes World Econo Move

SM/Asep Abdullah : PROSESI PELEPASAN : Tim mobil listrik yang dilepas WR III Bidang Kemahasiswaan UMS, Taufik Kasturi, kemarin.(21)
SM/Asep Abdullah : PROSESI PELEPASAN : Tim mobil listrik yang dilepas WR III Bidang Kemahasiswaan UMS, Taufik Kasturi, kemarin.(21)

SUKOHARJO - Mobil listrik karya mahasiswa Fakultas Teknik UMS yang ikut dalam kontes World Econo Move di Akita, Jepang didorong menjadi penggerak bagi pengembangan inovasi dan teknologi ramah lingkungan di kampus serta masyarakat.

Menurut Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan UMS, Taufik Kasturi, keberangkatan tim yang berlaga pada 2-8 Mei di Jepang itu, menjadi angin segar bagi inovasi dan teknologi masa depan karena ramah lingkungan. Apalagi program pengembangan mahasiswa itu, bisa digunakan untuk penunjang kehidupan. ”Ini menjadi kali pertama kami launching ke luar negeri,” kata dia saat melepas tim di gedung induk Siti Walidah, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, kemarin.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, mobil listrik bernama Evo 2 yang dikerjakan oleh Meda Aji Saputra, Muhammad Afan, Khanif Wahyu Utomo, Slamet Harmono dan Lathifah Tawafani itu, bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMS.

Pasalnya biasaya pembuatan mobil yang diklaim hemat energi itu dari lembaga tersebut. ”Dibantu dana riset dari LPPM. Kami berharap bakal berbicara banyak di kancah internasional itu. Apalagi diikuti banyak negara,” jelas dia.

Ketua Tim Penelitian Mobil Listrik, Meda Aji Saputro menuturkan, satu unit mobil listrik hemat energi itu menghabiskan biaya sebesar Rp 75 juta. Menurutnya, pembuatan mobil sudah dimulai sejak Mei-November 2017. Bahkan dengan mobil seperti kapsul itu diklaim mampu melaju dengan kecepatan 53 kilometer/jam. Adapun bisa hemat energi listrik sebesar 0,03 ampere dalam jarak tempuh satu kilometer. ”Perwakilan dari Indonesia hanya UMS. Kami targetkan bisa pulang bawa piala,” terangnya.

Dia memaparkan, mobil tersebut terbuat dari berbagai komponen yang mudah ditemui. Di antaranya baterai yang dipakai untuk vapor, atau rokok elektrik, sasis dari amunium dan body dengan bahan polycarbonate, fiber serta composit dari karton bekas. Sebelumnya menelorkan mobil listrik itu, tim pernah membuat proyek mobil urban dan city car. ”Mobil kami unggul di sistem mekanikal. Adapun hemat energinya juga sudah teruji. Jadi ada keunggulan yang kami tawarkan,” papar dia. (H80-20)


Berita Terkait
Komentar