FIGUR

Budaya Jadi Identitas

SM/dok
SM/dok

SEBAGAI seorang senator, GKR Ayu Koes Indriyah sering keliling wilayah Jawa Tengah. Untuk kemudian bertemu dengan masyarakat dari berbagai kalangan sebagai konstituen- nya. Tujuannya tak lain adalah menyerap aspirasi dari masyarakat. ”Banyak hal yang kemudian saya dengar dan ketahui ketika keliling bertemu masyarakat. Termasuk di antaranya menyangkut dengan persoalan bud a y a , ” ujarnya.

Persoalan tentang budaya dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu perhatian Gusti Ayu (sapaan akrabnya) karena menyangkut beberapa hal. Pertama karena dia duduk di Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang salah satunya membidangi budaya. Sedangkan yang kedua berhubungan dengan statusnya sebagai bangsawan Keraton Surakarta yang memiliki tanggungjawab moral menjaga kehidupan budaya (Jawa).

”Dalam setiap kesempatan saya sering mengatakan kepada masyarakat tentang pentingnya kita menjaga kehidupan budaya. Karena budaya kita akan menjadi identitas kita sendiri,” ujarnya.

Meski mengaku sempat gelisah, namun kini sang putri keraton merasa mulai bisa bernafas lega. Pasalnya ada perkembangan yang baik dalam kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Yakni menyangkut dengan banyak sendi kehidupan budaya. ”Bahasa Jawa misalnya, betapa Jawa Tengah itu kaya jika menyangkut dengan bahasa. Entah itu gaya atau dialeg, yang pasti saya bahagia karena ada upaya untuk menjaga dan merawatnya,” terang putridalem mendiang SISKS Paku Buwono XII itu.

Sementara sendi lain dari perkembangan kehidupan budaya yang lebih baik juga terungkap dari ekspresi masyarakat dalam berolah seni. Sepanjang dia berkeliling ke berbagai daerah, Gusti Ayu merasa bahagia karena banyak kesenian masyarakat kini tumbuh kembali. ”Semoga perkembangan yang lebih baik itu akan terus berkembang dan kemudian terus bisa ngrembaka. Sehingga kita tidak akan khawatir lagi kehilangan jati diri yang sesungguhnya menjadi kebanggaan kita bersama,” harapnya.( Wisnu Kisawa-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar