Pelaku Pembunuhan di Arena Dangdut Tertangkap

JEPARA - Kasus pengeroyokan hingga menewaskan Sugeng Heri P (20) usai menonton orkes dangdut, akhirnya menemuai titik terang. Salah satu saksi kunci sekaligus pelaku pengeroyokan tertangkap polisi.

Pelaku yang tertangkap yakni Subaweh alias Rengis (23), warga Desa Rau, Kecamatan Kedung. Ia ditangkap di Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh anggota Polda Sulsel, Sabtu (28/4). Anggota Satreskrim Polres Jepara pun melakukan penjemputan dan dibawa ke Jepara, Minggu (29/4).

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Suharta menjelaskan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan usai kejadian pengeroyokan di sekitaran area parkir pentas musik dangdut di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, pihaknya menetapkan Rengis sebagai tersangka.

Sebab ia diduga kuat sebagai orang yang melakukan penusukan sehingga berujung tewasnya Sugeng Heri P. Namun sejak saat itu, tersangka kabur dan tidak berada di rumahnya. Pencarian terhadap Rengis membuahkan hasil. Suharta menyebut ia mendapatkan informasi jika tersangka tersebut pergi ke Sidrap.

Di sana, tersangka tinggal di rumah salah satu kerabatnya. Satreskrim pun melakukan pengejaran dengan dibantu anggota dari Polda Sulsel. Akhirnya, tersangka pun diamankan.”Ia (tersangka) melarikan diri setelah kejadian pembunuhan itu,” terang Suharta.

Saat ini, Satreskrim Polres Jepara masih melakukan penyidikan terhadap tersangka. Itu untuk mengetahui kronologi kasus ini, serta motif dari tersangka. Suharta memastikan, berbekal pengakuan tersangka, kasus ini juga akan dilakukan pengembangan.

Patut diduga, beberapa orang terlibat dalam kasus ini. Kemungkinan terjadinya pengeroyokan juga didalami. Dengan begitu, ada kemungkinan jumlah tersangka dalam kejadian ini bertambah lagi. ”Kami masih dalami kasus ini.

Ada banyak kemungkinan dalam kasus ini,” tandas Kasatreskrim. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan atas diri Sugeng Heri P dilaporkan di areal parkir sekitar 200 meter dari pertunjukan musik dangdut di Mantingan, Kecamatan Tahunan pada Sabtu (5/4) malam.

Sekitar jam 22.00, korban yang hendak pulang bersama sejumlah teman lainnya dikeroyok sejumlah orang. Oleh dua orang rekannya, Afi Selma Putra (20) dan Teguh SW, korban dibawa ke RSUD Kartini Jepara. Namun usaha pertolongan yang dilakukan pada malam itu gagal menyelamatkan nyawanya.

Dari hasil autopsi dokter forensik Polda Jateng, korban meninggal akibat dua luka tusuk yang menembus organ vital. Luka tusuk itu cukup dalam yakni sekitar lima centimeter. Ada luka tusuk di bagian punggung yang menembus organ paru-paru. Sementara, luka tusuk di perut bagian kanan juga melukai hati dan ginjal korban.

Terdapat pula luka akibat pukulan di kepala bagian atas dan luka lebam di mata sebelah kiri. Hasil autopsi ini pula yang menguatkan bahwa korban dilukai oleh beberapa orang. (adp-43)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar