UPK Salurkan Dana Sosial Rp 1,3 M

DEMAK - Unit Pengelola Keuangan (UPK) Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) se-Kabupaten Demak, hingga kini telah menyalurkan dana sosial sebesar Rp 1,3 miliar. Bantuan tersebut akan terus bertambah, karena sebagian UPK yang berada di 14 Kecamatan menunjukkan kinerja keuangan yang terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermades P2KB) Kabupaten Demak, Muhammad Ridwan saat penyerahan dana sosial UPK-BKAD di pendapa, kemarin.

Pada acara tersebut diserahkan bantuan kepada sejumlah warga miskin dari 14 kecamatan.

Berdasarkan data laporan UPK 31 Maret 2018, total aset UPK se- Kabupaten Demak sebesar Rp 108.235.045.753. Dana tersebut dimanfaatkan oleh 3.532 kelompok atau 36.512 orang pemanfaat “Adapun surplus kegiatan dana bergulir pada 2017 sebesar Rp 11.495.826.967 yang kemudian dialokasikan untuk kegiatan dana sosial minimal 15 persen dari surplus atau sebesar Rp 1.390.741.750,” jelas dia.

Ridwan menambahkan, dana sosial disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk renovasi rumah tidak layak huni 10 unit, santunan anak yatim 3.096 anak, warga lansia 520 orang, paket sembako 633 paket, sarana modal kerja berupa alat kerja 47 orang, tanggap bencana Rp 21,6 juta, GNOTAuntuk 112 siswa Sekolah Dasar. Selain itu juga santunan untuk 100 penyandang disabilitas, beasiswa berprestasi bagi 150 siswa sekolah dasar, bantuan untuk 135siswa tidak mampu, PMI Rp 1,9 juta, peningkatan gizi untuk 260 keluarga, jambanisasi di 60 tempat rumah warga miskin dan bingkisan untuk 60 guru guru Madin.

Menurut dia, terdapat beberapa kendala di lapangan, di antaranya masih ada pemanfaat atau kelompok yang melakukan penyimpangan dengan tidak menyetorkan dana angsuran dari anggotanya kepada UPK. “Tentu persoalan akan mendapat perhatian serius agar tidak terjadi lagi,” tandas Ridwan.

Ia berharap, agar para pengelola aset UPK BKAD dapat meningkatkan kinerja dan profesionalitas sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki UPK. Dengan demikian, cita-cita program untuk mengentaskan kemiskinan dapat terwujud dan tercipta kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Bupati Demak Muhammad Natsir meminta agar dana sosial yang disalurkan bisa mengangkat perekonomian warga miskin. (H1-48)