Petani Tebu Didorong Tingkatkan Produksi

KAJEN- Petani tebu di Kabupaten Pekalongan didorong untuk meningkatkan produksi. Pasalnya, sekarang ini terjadi kelesuan petani dalam menanam tebu serta berkurangnya luasan lahan tanam.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat menghadiri kegiatan Selamatan Giling Pabrik Gula (PG) Sragi, Senin (31/4). Menurutnya, lahan tebu sekarang ini semakin berkurang.

Selain itu, petani tebu mengalami kelesuan, sehingga berimplikasi terhadap produksi gula yang mengalami penurunan. Padahal kegiatan produksi PG Sragi dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga ketika terjadi kelesuan petani dan lahan tebu terus berkurang, dikhawatirkan perputaran roda ekonomi menjadi lambat.

”Persoalan ini tentu menjadi tanggung jawab bersama antara Pemkab Pekalongan, dan juga seluruh jajaran PG Sragi, agar usaha gula ini menjadi manis kembali. Mari kita tetapkan strategi dan inovasi- inovasi, agar perkebunan tebu kita menjadi maju. Kalau usaha tebu menguntungkan, maka petani akan datang, seperti rumus dimana ada gula maka disitu ada semut,” kata Wabup.

Bentuk Syukur

Arini menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada PG Sragi yang telah melaksanakan kegiatan selamatan giling, karena kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur terhadap akan dimulainya kegiatan giling tebu. Dalam acara yang dihadiri oleh Direktur Utama PTP IX Iryanto Hutagaol, Manager PG Sragi Widodo, perbankan dan beberapa OPD terkait, Arini menyampaikan harapan agar acara giling tebu menjadi lancar dan barokah, serta mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Direktur Utama PTP Nusantara IX Solo, Iryanto Hutagaol menambahkan, bahwa kebutuhan gula industri dan masyarakat Indonesia sekitar 3,4 juta ton. ”Namun kita hanya bisa mensuplai 20 persen dari kebutuhan, selebihnya kita impor. Oleh karena itu peluang bisnis gula sesungguhnya terbuka lebar, hanya tergantung kemauan kita saja,” tambahnya.

Dijelaskan, PG Sragi optimistis dengan musim giling kali ini, yang akan memproduksi gula kristal hingga 18.000 ton dari 3.900 hektar lahan yang mampu menghasilkan 257 ton tebu, dengan rendemen 7,21 persen. ”Insya Allah PG Sragi akan beroperasi hingga Agustus mendatang, untuk musim giling ini,” ungkap Iryanto. (H52-58)