Anak-anak Korban Gempa Ceria Kembali

Polwan Rutin Gelar Trauma Healing

BANJARNEGARA-Anak-anak di sejumlah desa di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara yang dilanda bencana alam gempa bumi berangsur-angsur mulai melupakan peristiwa mengerikan itu.

Mereka kembali ceria dan bermain seperti sedia kala berkat kegiatan trauma healing yang digelar sejumlah pihak. Salah satunya yang rutin menggelar adalah para polwan dari Polres Banjarnegara. Mereka berkeliling dari satu lokasi konsentrasi pengungsian ke lokasi lain.

Seperti di SD 2 Sidakangen yang digunakan untuk pengungsian, kemudian di lapangan dekat SD 1 Kasinoman tempat didirikan tenda darurat untuk sekolah dan lokasi lainnya. ''Kami sudah menggelar 12 kali kegiatan trauma healing untuk anak-anak maupun siswa sekolah.

Trauma healing dilakukan dengan berbagai pola antara lain mengajak bermain, bernyanyi, memainkan aneka mainan tradisional, mewarnai dan lainnya,'' kata Kapolres Banjarnegara AKBPNona Pricillia Ohei, kemarin.

Melalui kegiatan tersebut menurutnya kini anak-anak berangsur pulih kondisi psikologinya. Setidak-tidaknya sudah mulai banyak tersenyum, tertawa dan bermain dengan ceria seperti sedia kala.

''Anak-anak tidak boleh kehilangan keceriaan masa kanak-kanak meski kini sedang dalam kondisi darurat bencana gempa bumi. Mereka harus terus dimotivasi untuk kembali ceria dan melakukan berbagai aktifitas termasuk sekolah seperti sedia kala. Meski sekolahnya masih di tenda-tenda darurat namun mereka harus tetap bersemangat,'' ujar Kapolres memaparkan alasannya rutin menggelar trauma healing.

Restu Naeli (7), siswa SD 1 Kasinoman, tampak bahagia karena ia mendapatkan sepatu baru dari Kapolres AKBP Nona Pricillia Ohei. Sebelumnya ia menangis di tengah keceriaan temantemannya karena sepatunya hilang saat bermain bersama.

Tidak ingin siswa Kelas 1 itu bersedih terlalu lama, kapolres lantas membelikan sepatu baru. Tidak lama setelah memakai sepatu baru itu, anak itu pun kembali sumringah. Terkait penanganan bencana di Kecamatan Kalibening, selain menerjunkan anggota polwan untuk menggelar trauma healing, ada pula yang membantu di dapur umum dalam menyiapkan makanan untuk para pengungsi maupun sukarelawan.

''Sejak hari pertama bencana, kami berada di lokasi membantu evakuasi, membantu warga mengungsi dan kegiatan penanggulangan bencana lainnya berkoordinasi dengan BPBD dan berbagai pihak,'' katanya. Personel yang dikerahkan mencapai 200 orang dalam tanggap darurat bencana.

Ada juga yang bersama-sama sukarelawan dan TNI serta masyarakat membantu menyingkirkan puing-puing rumah warga yang ambruk, mendirikan tenda darurat, melakukan pengamanan rumah warga dan lainnya. ''Tim dokes Polres Banjarnegara juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan baik untuk warga maupun sukarelawan,'' katanya. (H25-52)


Komentar