Permainan Tradisional Anak Masih Bisa Direkonstruksi

PEMALANG - Permainan tradisional untuk anak-anak di Kabupaten Pemalang masih bisa direkonstruksi agar tetap lestasi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Arifin melalui Sekretaris Dinas Aditya Dwikadana saat membuka Festival Dolanan Tradisonal Pelajar di Taman Patih Sampun, baru-baru ini. Aditya mengatakan, dolanan (permainan) tradisional anak merupakan kearifan lokal yang patut dilestarikan.

”Budaya merupakan kekuatan dan jatidiri bangsa. Karena itu, sangat penting kiranya untuk mencintai dan menjunjung tinggi martabat bangsa dengan melestarikan dan menjaga seni budaya serta kearifan lokal terutama dolanan tradisonal,” ujar Aditya.

Menurutnya, dolanan tradisional pernah mengalami masa keemasan tapi karena adanya arus globalisasi dan era teknologi informasi permainan tersebut makin ditinggalkan. Anak, lanjutnya, lebih tersita perhatiannya pada berbagai permainan modern berupa berbagai game di telepon pintarnya.

Padahal, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menggarap berbagai warisan budaya menjadi lebih baik. Saat ini yang tengah dilakukan melalui teknologi adalah mendata permainan tradisional. Jawa Tengah dicatat oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud terdapat banyak permainan tradisional, seperti jethungan, gobak sodor, dakon, gangsing dan betut mausu.

Sementara itu, permainan tradisional yang pernah berkembangan dinilai masih bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karena memiliki nilai-nilai positif. Antara lain sportivitas, kebersamaan, kejujuran, dan sikap menghargai. Belum lama ini festival diikuti oleh 14 kelompok yang mewakili 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Setiap kelompok terdiri atas 10 anak didampingi dua guru.

Dalam penampilannya, setiap pemain mengenakan busana tradisional Jawa dan didukung oleh beberapa properti dan alat musik. Tampil sebagai juara pertama Kecamatan Warungpring, juara kedua Pemalang, dan juara ketiga Pulosari. Adapun juara favorit diraih Kecamatan Warungpring. (K40-38)