2.995 Apoteker Mengajar 80.512 Siswa

Pecahkan Rekor Muri Ke-8438

SEMARANG -Sebanyak 2.995 Apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah menggelar kegiatan mengajar 80.512 siswa SMA/ sederajat dari 625 sekolah di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah secara serempak, Senin (30/4).

Dalam kegiatan yang mengusung tema ”Peran Apoteker dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat” merupakan salah satu kegiatan dari program kerja bidang pengabdian masyarakat PD IAI Jawa Tengah. Mereka mengajar selama 45 menit tiap kelasnya menyampaikan materi pengenalan profesi apoteker serta tentang pengenalan obat, fungsi obat, bahaya efek sampingnya, cara memperolehnya, menyimpannya dan membuangnya setelah tidak terpakai.

Sekretaris PD IAI Jateng Rosyid Sujono mewakili Ketua PD IAI Jateng Jamaludin Efendi mengatakan apoteker mempunyai tanggung jawab keprofesian dalam bidang kefarmasian. Namun demikian, apoteker yang tergabung dalam IAI Jateng juga harus menjalankan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian lingkungan. ” Saat ini banyak kasus tentang penyalahgunaan obat yang berakibat fatal bahkan kematian. Kami mempunyai tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang obat yang sesuai dengan peruntukan dan bahayanya jika disalahgunakan,” jelasnya saat memantau kegiatan apoteker mengajar di SMA3 Semarang.

Ia mengatakan, dengan membentengi generasi muda dengan pengetahuan tersebut, diharapkan penyalahgunaan obat yang dapat berdampak fatal terhadap mereka dapat terhindarkan. ”Saya berharap ini adalah awal dari gerakan kami mengedukasi generasi muda, kedepan akan kami gelar kelanjutan dari program ini dengan melibatkan sekolah lainnya sehingga akan makin banyak siswa yang teredukasi dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Unik dan Langka

Sementara itu, Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Ida Widayati yang hadir untuk memantau kegiatan menganugerahkan piagam rekor untuk kegiatan tersebut sebagai rekor ”Edukasi Penggunaan dan Bahaya Penyalahgunaan Obat Secara Serentak di 35 Kabupaten/ Kota kepada Pelajar Terbanyak” yang tercatat sebagai rekor ke 8438. ”Kami apresiasi kegiatan IAI Jateng dalam mengedukasi pelajar dalam penggunaan dan bahaya penyalahgunaan obat yang kami catat sebagai rekor yang pertama, terunik dan langka. Rekor ini belum pernah ada sebelumnya dan ini adalah yang pertama,” paparnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau kegiatan itu mengatakan, kegiatan apoteker mengajar sangat efektif mengedukasi generasi muda tentang bahaya penyelahgunaan obat. ”Ada poin yang luar biasa dari kegiatan ini, siswa jadi paham tentang apa itu obat dan bagaimana obat bisa menjadi berbahaya jika diracik tidak sesuai ketentuan,’’katanya.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, sebagian anak muda banyak yang menggunakan obat-obat dengan tidak semestinya untuk ”teler” karena minimnya pengetahuan mereka. Namun jika materi edukasi itu diajarkan kepada siswa, ia yakin akan menambah pengetahuan mereka dan menghindarkan penyalahgunaan obat bagi generasi muda. (H55-61)