Pesantren dan Industri Halal Diberdayakan

Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa

SEMARANG- Bank Indonesia (BI) akan mengoptimalkan pemberdayaan pesantren untuk mendorong pertumbuhan industri halal di Jawa Tengah. Melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2018, upaya itu diharapkan bisa berjalan untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Kepala BI Perwakilan Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengungkapkan, FESyar Regional Jawa tahun 2018 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Forum (ISEF). ISEF telah berlangsung sejak 2014 di Surabaya.

Untuk kawasan Jawa, FESyar yang akan dilaksanakan tanggal 2 sampai 4 Mei 2018 di Jawa Tengah ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Jawa Barat. ”Kami mencoba mengangkat tema bagaimana meningkatkan peran pesantren dan industri halal dalam pengembangan ekonomi syariah dan mengenalkannya terutama di wilayah Jawa Tengah,” ujar Ponco, kemarin.

Pesantren ini diangkat karena mampu membangun jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan ditandai dengan kelahiran tokoh besar nasional yang membawa perubahan besar baik dari sisi ekonomi maupun kebangsaan. Dicontohkan, pendirian organisasi moderen pertama Sarekat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1905 oleh KH Samanhudi dan para saudagar yang menempuh pendidikan di pesantren.

SDI juga telah melahirkan tokohtokoh besar seperti KH Hayim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantara dan HOS Tjokroaminoto yang juga menginspirasi pendirian organisasi seperti Boedi Oetomo (1908), Muhammadiyah (1912), Taman Siswa (1922), dan Nahdlatul Ulama (1926).

”Ekonomi syariah menunjukkan dinamika beberapa tahun terakhir ini terlihat dari tingginya perkembangan industri halal seperti makanan minuman, fesyen, pariwisata hingga farmasi,” katanya. FESyar Regional Jawa 2018 diwarnai dengan rangkaian kegiatan yang sudah digelar sebelumnya dan pada 2-4 Mei 2018, puncaknya akan dibuka di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (2/5) pagi ini.

Kuliah umum kebanksentralan oleh anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di ruang audio visual Undip, seminar dan fasilitasi sertifikasi serta pengembangan usaha halal. Pameran di Grand Mejesty juga akan diisi oleh lembaga keuangan syariah, pesantren dan berbagai produk makanan, minuman, dan fesyen. Business matching di Grand Mejesty juga akan dihadiri para investor.

”Akan kita gelar juga talkshow tanggal 2 Mei mulai pukul 08.00-21.00 dengan berbagi tema mulai dari Fintech, prinsip syariah, wakaf dengan berbagai narasumber dari entrepeneur muda syariah serta berbagai lomba seperti mewarnai kaligrafi, rebana, kesenian daerah, duta ekonomi syariah, dan lain-lain,” imbuhnya. (J14-50)