Tarik Wisatawan dengan Air Mancur Menari

Bridge Fountain Pertama di Indonesia Dibangun

SEMARANG - Untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot ) membangun dua air mancur menari di dua tempat. Di Taman Indonesia Kaya dibangun dengan konsep dancing fountain (air mancur menari) dan di Jembatan Banjirkanal Barat dengan konsep bridge fountain (jembatan air mancur menari). Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan dancing fountain di Taman Indonesia Kaya selesai pada Mei ini. Saat ini proyek senilai Rp 3,8 miliar tersebut, pengerjaannya sudah mencapai 25 persen.

Adapun sisa pengerjaan lebih banyak bersifat mekanikal dan elektrikal. Untuk pekerjaan fisiknya sudah hampir selesai. ”Pengerjaan dancing fountain di Taman Indonesia Kaya selesai pada Mei ini. Setelah ini, akan dikerjakan bridge fountain di Jembatan Banjirkanal yang ditargetkan selesai pada November,” jelas Wali Kota saat meninjau pengerjaan Taman Indonesia Kaya, baru-baru ini.

Sebagaimana diberitakan, Taman Menteri Supeno yang dikenal juga dengan Taman KB dipugar menjadi Taman Indonesia Kaya. Dalam pemugaran taman seluas 5.000 hektare tersebut, Pemkot Semarang menggandeng Djarum Foundation.

Selain dancing fountain, taman tersebut juga akan dilengkapi dengan panggung teater utama berkapasitas 400 pemain. Disediakan juga fasilitas 1.000 kursi bagi penonton. Tempat tersebut juga dilengkapi ruang ganti dan make up artist dengan pendingin ruangan.

Jembatan Banjirkanal

Sementara itu, untuk pengerjaan bridge fountain di Jembatan Banjirkanal, Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan, detail engineering design (DED) sudah selesai disusun. Saat ini, proyek senilai Rp 17 miliar tersebut tahap persiapan lelang. Pekerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan. ”Mudah-mudahan lelang berjalan dengan lancar. Dengan begitu, segera dikerjakan dan November mendatang sudah selesai dikerjakan,” imbuh Hendi.

Dia mengatakan, bridge fountain memang bukan yang pertama di dunia, namun akan menjadi pertama di Indonesia. Sejumlah negara sudah membuatnya, dan menjadi magnet untuk menarik wisatawan.

Hal itu seperti Banpo Bridge Fountain (jembatan air mancur Banpo) di Korea Selatan. Di sana mempertunjukkan Moonlight Rainbow Fountain atau air mancur pelangi cahaya bulan yang selalu diburu wisatawan. Pertunjukan air mancur di jembatan yang melintasi Sungai Han tersebut, juga tercatat dalam Guiness World Record sebagai pertunjukan air mancur jembatan terpanjang di dunia. ”Sebentar lagi, tak perlu jauhjauh untuk menikmati pertunjukan jembatan air mancur warna-warni seperti di Korea Selatan itu. Tahun ini, Kota Semarang akan membangun sebuah bridge fountain dengan atraksi air mancur warna-warni serupa, dan akan menjadi yang pertama di Indonesia,” tuturnya.

Dia menjelaskan, proyek tersebut menjadi bagi dari program peningkatan pariwisata Kota Semarang. Politikus PDI Perjuangan ini berharap akan ada peningkatan wisatawan ke Kota Semarang yang signifikan setelah dua proyek air mancur tersebut selesai dikerjakan. ”Pada 2011 lalu hanya ada 2,1 juta wisatawan per tahun yang datang ke Kota Semarang. Kemudian dengan berbagai upaya, pada 2017 bisa meningkat sampai 5,8 juta wisatawan per tahun. Dengan pengerjaan dua objek wisata baru pada tahun ini, saya optimistis pada 2019 jumlah wisatawan bisa sampai 7 juta kunjungan,” ungkapnya.(K18-22)