PMDN Jateng Tertinggi

SEMARANG- Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Jateng tertinggi pada triwulan I-2018, yakni Rp 10,25 triliun dengan jumlah proyek 402; disusul DKI Jakarta, Kalteng, dan Jabar.

”Pemicunya, proyek tol Semarang- Batang dan berbagai proyek konstruksi lain, misalnya properti,” tutur Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Prasetyo Aribowo, kemarin.

Sejumlah kota, lanjut dia, mendorong pertumbuhan PMDN, khususnya Kota Semarang, lalu Kabupaten Cilacap, Pekalongan, Sragen, dan Demak. Penanaman modal asing (PMA), lanjut dia, menyumbang pertumbuhan investasi dengan 158 proyek, meski secara keseluruhan jumlahnya turun dibandingkan dengan kuartal I-2017.

”PMDN Rp 10,25 triliun dan PMA Rp 5,85 triliun, sehingga total Rp 16,11 triliun. Target investasi 2018 senilai Rp 47,15 triliun, sehingga sudah tercapai 34,17 persen,” jelas dia. Pada periode yang sama 2017, kata dia, investasi Rp 11,88 triliun yang terdiri atas PMA Rp 6,9 triliun dan PMDN Rp 4,97 triliun. Target investasi tahun lalu Rp 41,7 triliun.

Tahun ini, menurut Prasetyo, ada 158 PMAdan 402 PMDN, sedangkan tahun lalu 168 PMAdan 224 PMDN. ”PMAmemang turun karena banyak yang belum merealisasikan proyek, terutama karena belum semua mesin didatangkan. Meski begitu, PMA Jateng ada di posisi 5 se-Indonesia,” ungkap dia. Realisasi PMA, ujar dia, Kabupaten Jepara menempati peringkat pertama, disusul Batang, Semarang, Purbalingga, dan Kota Semarang.

Pada PMDN, kata dia, konstruksi menyumbang nilai investasi tertinggi, yakni Rp 6,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia 2.866 orang. Sisanya, transportasi, gudang dan telekomunikasi, listrik, gas dan air; serta perdagangan, reparasi, dan jasa lainnya. (J14- 18)


Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar