• KANAL BERITA

Aplikasi PSC 119 Turunkan Kematian Ibu Melahirkan

Terobosan Layanan Kegawatdaruratan

PURWOKERTO - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melakukan terobosan baru, dalam memberikan layanan masyarakat, khususnya kasus kegawatdaruratan melalui layanan Aplikasi Pusat Safety Center (PSC) 119 Satria dan bebas biaya. Saluran tersebut merupakan layanan cepat kegawatdaruratan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyumas Budhi Setiawan mengatakan, peluncuran Aplikasi PSC 119 bertujuan memberikan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan masyarakat Banyumas yang sehat.

Salah satu caranya adalah melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). ”Walaupun menyediakan fasilitas ini, kami berharap ini dibutuhkan hanya saat ada kegawatdaruratan, artinya masyarakat tidak boleh coba-coba mumpung ada fasilitas, sehingga melaporkan sesuatu yang di luar kegawatdaruratan,” katanya, kemarin.

Menurutnya, PSC 119 telah berhasil menurunkan angka kematian ibu baru melahirkan dari 22 kasus pada tahun 2016 turun menjadi 17 kasus tahun 2017. Sebelum digunakan secara luas, jaringan itu baru dimanfaatkan oleh tenaga medis di Dinas Kesehatan saja, melalui Sijari Emas (Sistem Informasi dan Komunikasi Rujukan Ibu dan Bayi Baru Lahir).

Pusat Koordinasi

Koordinator PSC 110 Dinas Kesehatan Imam Ashari mengatakan, PSC Sigap Banyumas mempunyai fungsi sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan ke seluruh wilayah kabupaten ini. Saat ada kasus kegawatdaruratan, masyarakat bisa melapor ke PSC, baik secara langsung ke PSC dinas di Jl RAWiriaatmaja No 4 Purwokerto melalui telepon119 maupun aplikasi PSC 119 Satria.

”Layanan kegawatdaruratan medis melalui Aplikasi PSC Sigap Banyumas dapat di-download melalui Play Atore dan dapat diakses secara luas dan gratis oleh masyarakat melalui telepon seluler,” katanya, kemarin.

Menurutnya, PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat (puskesamas/rumah sakit) dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi atau merujuk pasien, guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien).

Tindakan awal, katanya, melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulans, serta mengirim pasien ke fasilitas layanan kesehatan terdekat ”PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lain di luar bidang kesehatan, seperti kepolisian dan pemadam kebakaran,” lanjutnya.

Perawat piket Latief Thoha dan staf ITWahyu mengatakan, dalam aplikasi PSC dapat melihat fasilitas kesehatan dan informasi ambulans. Meski PSC 119 hampir ada di beberapa kabupaten, di Banyumas sudah terintegrasi dengan puskesmas. ”Aplikasi ini belum sempurna, tapi kami terus berbenah untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Banyumas di bidang kegawatdaruratan,” kata Wahyu, (G22-46)


  • Tags
Berita Terkait
Baca Juga
Komentar