Remaja Putus Sekolah Dilatih Bikin Kerajinan Kain Perca

UNGARAN - Anak remaja dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah dari 18 kabupaten/ kota di Jateng mendapat pelatihan keterampilan menjahit aneka kerajinan dari kain perca di Panti Pelayanan Sosial Anak ‘’Wira Adhi Karya’’ UPTD Dinas Sosial Jateng di Jl Ki Sarino Mangunpranoto Ungaran, selama dua bulan terakhir.

Sebanyak 61 anak belajar membuat bantal kreatif, tempat tisu, tempat pensil, taplak, dan bunga toppiary dari kain perca. Mereka dilatih oleh alumnus SMP 1 Ungaran angkatan 1997, Erna Dyah Wilujeng yang juga pemilik Sha Collection di Boyolali.

‘’Ini merupakan aksi sosial kali pertama alumnus SMP 1 Ungaran angkatan 1997. Kami merasa ingin berbagi keterampilan kepada anak-anak panti agar mereka bisa bekerja atau menciptakan usaha sendiri,’’ kata Erna Dyah saat penutupan kegiatan aksi sosial di panti Wira Adhi Karya, Sabtu (28/10). Menurutnya, kegiatan tersebut untuk mengajarkan pemanfaatn kain limbah yang mudah diperoleh. ‘’Yang penting di sini adalah kreativitas.

Membuat bantal dengan gambar kartun atau foto anggota keluarga bisa menjadi daya tarik sendiri,’’tutur Erna. Ketua Romansa 97 SMP 1 Ungaran, Bangkit Priyo Nugroho mengatakan, dia beserta 30-an alumnus fokus pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Dalam dua bulan terakhir setiap hari Sabtu, dua pemateri Erna Dyah dan Dewi Purwanti memberikan pelatihan menjahit.

‘’Bahkan Mbak Erna rela naik sepeda motor pulang pergi Boyolali- Ungaran untuk mengajari anakanak tersebut,’’ kata Bangkit. Menurut Bangkit, aksi sosial itu berawal dari komunikasi di grup Whatshapp. Dalam kesempatan itu, seorang peserta, Ahmad Khoironi dari Kabupaten Pati mengaku senang dilatih berbagai keterampilan di Dinsos. Bahkan, dia menjadi peserta terbaik pelatihan menjahit kerajinan kain perca.

Bermitra

Kasi Bimbingan dan Rehabilitasi UPTD Dinas Sosial Jateng, Rudi Agus mengatakan, pihaknya selama ini bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri agar anak-anak mendapat pengayaan dan bisa mandiri. ‘’Setiap tahun kami menggelar pelatihan berbagai keterampilan untuk anak remaja dan putus sekolah. Dalam setahun ada dua angkatan.

Per angkatan 75 anak selama enam bulan. Jadi, setiap enam bulan berganti peserta,’’ kata Rudi yang mewakili Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Wira Adhi Karya, Vetriza Fatimah. Rudi mengatakan, seusai belajar, sejumlah anak dikembalikan ke Dinas Sosial kabupaten/ kota yang mengirim anak-anak tersebut.

Pihaknya juga menyalurkan ke perusahaan yang telah kerja sama dengan Dinsos. ‘’Ada empat keterampilan tetap yang kami ajarkan yakni otomotif, las, menjahit, dan tata rias,’’ tegasnya. Panti pelayanan tersebut mengakomodasi anak putus sekolah dari 18 kabupaten/ kota di wilayah Pantura mulai Brebes hingga Blora. (H14-59)


  • Tags
Berita Terkait
Loading...
Komentar