• KANAL BERITA

KPAI Dalami Kasus Perundungan Siswi di Purworejo

Tiga Pelaku Ditangkap

SM/dtc - TUNJUKKAN BUKTI : Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito menunjukkan sejumlah alat bukti kasus perundungan terhadap siswi SMP Muhammadiyah Butuh di kantornya, Kamis (13/2). (55)
SM/dtc - TUNJUKKAN BUKTI : Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito menunjukkan sejumlah alat bukti kasus perundungan terhadap siswi SMP Muhammadiyah Butuh di kantornya, Kamis (13/2). (55)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah mendalami dugaan kasus perundungan (bullying) oleh tiga siswa terhadap seorang siswi di Purworejo, Jawa Tengah. KPAI akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo untuk memastikan sekolah yang jadi lokasi bullying.

”Terkait kasus ini, kami akan dalami dulu, termasuk koordinasi dengan pihak terkait,” kata Ketua KPAI, Susanto kepada wartawan, Kamis (13/2). Susanto menegaskan, pihaknya sangat menentang aksi perundungan yang dilakukan oleh siapapun.

Perilaku ini disebutnya bertentangnan dengan nilai-nilai keadaban, Pancasila dan agama. ”Prinsipnya, bullying itu apapun alasannya tak dibenarkan,” ucapnya. Sebelumnya diberitakan, masyarakat digegerkan dengan video singkat berisi aksi bullying di dalam kelas.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di sebuah SMP di Kecamatan Butuh, Purworejo, Jateng. Dalam video berdurasi 28 detik yang kali pertama diunggah oleh akun Facebook bernama Yuni Rusmini, pada 12 Februari tersebut terlihat seorang siswi berkerudung tengah duduk sambil menunduk.

Dia terlihat kesakitan dianiaya oleh tiga orang siswa. Semula seorang siswa memukul kepala korban. Lalu siswa lainnya datang melakukan aksi serupa. Tendangan dan pukulan mendarat ke tubuh korban. Bahkan pelaku juga menggunakan sapu untuk memukul.

Ditangkap

Sementara di Purworejo, tiga anak yang menjadi pelaku telah diamankan dan diperiksa aparat kepolisian setempat, tak lama setelah kejadian. Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, saat melakukan gelar perkara kasus tersebut mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan ketiga teman satu kelas korban bernama TP(15), DF (15), dan UH (14). ”Kejadian berawal pada Selasa (11/2), pukul 8.00.

Korban bernama CA (16) berada di kelas sedang mengerjakan tugas. Pada saat itu TP dan DF yang merupakan kakak kelas korban masuk ke dalam kelas sambil membawa sapu, kemudian TPmendekati korban dan meminta uang Rp 2.000, namun korban menolak,” kata Kapolres, Kamis (13/2) di Mapolres Purworejo.

Karena tidak diberi uang, lanjut Rizal, DF langsung memukul kepala korban dengan tangan kosong, kemudian menendang, dan memukul korban menggunakan gagang sapu di bagian kepala dan bagian pinggang. Kemudian, rekannya, TP dan UH ikut memukuli dan menendangi korban.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Rizal, setelah korban dipukuli hingga mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh, TPmengambil paksa uang Rp 4.000 milik korban dan mengancam supaya korban tidak bilang kepada siapa pun.

Sementara video bullying yang tersebar di media sosial diambil oleh F, yang merupakan kakak kelas korban. Siswa berinisial F mengaku menjadi orang yang merekam ketiga siswa pelaku kekerasan.

Dia menjelaskan, awalnya iseng membuat video di kelas VIII. Tetapi dia penasaran dengan keributan di kelas IX. Dia pun melihat ke lokasi kejadian, namun salah satu dari terduga pelaku memintanya mengambil video.

Rizal menyebutkan, ketiga anak yang ditetapkan sebagai tersangka terancam pasal 80 UURI No 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI No 23/2020 tentang Perlindungan Anak. ”Dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak. Ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan denda paling banyak Rp 72 juta,” pungkasnya. Aksi kekerasan tersebut mengundang Gubernur Jateng Ganjar untuk bereaksi.

Melalui akun Twitternya, Ganjar menulis ”Akun sy dibanjiri kejadian di salah satu smp di butuh purworejo. Sy sdh telp kaseknya & dia sdh urus,” tulis Ganjar, Kamis (12/2). Ganjar juga memastikan kasus ini sudah ditangani polisi. ”Polisi juga sdh menerima laporannya,” sambungnya. (shp,- ant-64)


Berita Terkait
Komentar